Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Jawaban 5 Tahun Kemudian

2013, diantara manusia-manusia yang sama seperti saya, berjuang dalam ujian-ujian demi menyambung masa. Kala itu di suatu gedung sekolah yang saya lupa namanya, saya sedang menunggu pintu kelas untuk ujian dibuka. Ujian SBMPTN, yang kuota penerimaannya tahun itu berkurang karena dianugerahkan lebih banyak ke jalur undangan atau SNMPTN. Berbekal doa dan banyak belajar, saya berharap ujian itu akan menuntunku memasuki fakultas dan universitas impianku, Psikologi Universitas Indonesia. Gagal dalam SNMPTN membuatku berharap bahwa ujian kali ini dapat kulalui dengan hasil yang memuaskan. Sambil menunggu, saya bercakap dengan seorang perempuan di sebelah saya, yang juga akan menjalani ujian SBMPTN. Seperti lulusan sekolah menengah atas pada umumnya, kami bertukar cerita mengenai perjuangan dan impian kami mengenai jurusan dan universitas yang kami inginkan. Saya katakan keinginan saya yang sangat besar untuk menjadi psikolog. Saya tunjukkan buku-buku saya yang kala itu saya tulisi di sa...