Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Seleramu kok jelek banget sih?

"kok kamu bisa suka ini sih?", "kayak anak-anak banget","kuno","kayak taplak meja bajunya","kayaknya kamu butuh pengarah gaya deh","ya ampun kamu seneng yang beginian?" Pernah denger orang mengucapkan kata-kata di atas? atau kamu sendiri yang sering mengucapkan ke orang lain? Kadang-kadang mungkin niat kita bercanda, atau cuma sekedar ngasih masukan, dengan dalih bahwa kita peduli dengan orang tersebut. Tapi pernah nggak sih kita berpikir gimana rasanya kalau ada orang yang menjatuhkan atau merendahkan hal yang kita sukai? Contoh, kamu ngefans sama salah satu grup band. Lalu ada orang yang bilang "Ih, mereka kan alay banget". Gimana perasaanmu? Atau kamu suka suatu genre musik lalu ada orang bilang "kok kamu suka dengerin lagu kuno begitu sih?". Di saat kamu sangat menghargai dan mengagumi seni yang ada pada musik itu. Gimana reaksimu? Bisakah kamu seantusias sebelumnya dalam menceritakan hal-hal yang kamu ...

Dark Message

Have you ever been feeling so lost, that you like as if you don't belong to anyone, anywhere, in this world? You feel you don't fit into any circle around you. You feel banished from your own family. You don't feel suitable with any of your friends. People that you love that you were hoping can help you recover are helpless and not capable to make you any better? If it's a yes, you're not alone. Have you ever feel like you're no longer be a part of this world, that life shouldn't continue for you? You start wishing to sleep and never get up again. Start hoping to vanish, just fuse into non-existence. You start whispering to yourself, that 'I don't belong here. I don't belong anywhere '? My dear, you're not alone Have you ever felt so tired, that you fed-up with all of the non-sense you face? Like everybody is so bullshit. You hate people, you hate humans, therefore you hate yourself. Nothing makes you feel better, even you feel that your ...

Tidak tahu, belum tentu tidak terjadi

Peringatan. Tulisan ini mungkin bisa jadi trigger beberapa orang. Jadi pastikan siapapun yang membaca dalam kondisi sehat terutama secara mental ya. Terima kasih.   *** Sewaktu aku SMP, aku bergaul dengan sekelompok cewek-cewek yang, entahlah. Circleku memang sangat bervariasi. Ada circle super alim, ada circle yang super ....? Tidak alim. Haha.   Jadi aku ingat kalau mostly dari hubunganku dengan cewek-cewek ini di kelas, sangatlah toxic. Dan seram, kalau diinget-inget sekarang. Salah satunya adalah, aku inget banget diajarin untuk ngiris-ngiris pergelangan tangan pakai gunting.   Dulu aku ga paham ya, kalau itu tanda-tanda anomali. Karena masih kecil, aku pun ga paham tentang hal terkait kesehatan mental. Yang aku inget, waktu itu kami (berempat kalo ga salah) menemukan kesenangan dengan ngiris-ngiris tangan tadi. Ngerti sih kalau bahaya, tapi ada kenyamanan yang muncul saat melakukannya.   Kelas 3 SMP kalo ga salah. Waktu itu pertama aku tanya teme...

Merdeka (Jawaban)

Tulisan ini adalah jawabanku atas pesanmu padaku, Agustus 2018 lalu http://nadadalamsenyap.blogspot.com/2018/08/ Saat ini 2 tahun kurang 2 hari Waktu terakhir kita bertemu, 2 jam sebelum waktu terakhirmu di dunia Dalam kebisingan pikiran yang merayapi hari-hari, aku memutuskan berenang di antara kata-kata yang kau ukir di sosial media "Ah.. " jika saya otakku bersuara, sudah ribuan kali terucap Rupanya kau masih hidup dalam tulisanmu Ku rasa tak berlebihan jika analoginya seperti oasis. Ditengah kerinduanku aku menemukan dirimu yang lain. Bahkan saat fisikmu sudah tiada dan jiwamu sudah pulang. Kau masih mampu untuk mengajarkan dan mewarnai. Kau masih mampu untuk mengisi, mengalirkan kejenuhan keluar pergi.  Kubiarkan mataku berfokus pada pesan-pesan yang kau tinggalkan. Menjadi sebuah penghiburan dan pengingat akan kasih sayang manusia. Sampai di sebuah postingan bulan Agustus, satu-satunya tulisanmu bulan itu. "Jika suatu saat kamu membaca ini, ada beberapa hal yang pe...