Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Baju Bekas

"kamu dapat baju itu dari mana?" "ih masa pakai pakaian bekas orang?" "kamu kan nggak tau itu orang sebelumnya ada penyakit kulit lah, atau penyakit menular lainnya" "kita masih mampu, ga usah deh beli yang bekas kalau bisa beli baru" Kata-kata seperti ini yang selalu saya dengar sedari kecil. Jangankan pakaian bekas, meminjam baju orang lain pun, di keluarga saya sangat diharamkan. Hal tersebut membuat suatu mindset bahwa pakaian bekas adalah suatu hal yang buruk dan memalukan. Suatu titik balik terjadi saat tahun-tahun pertama saya kuliah di luar daerah (selama ini saya hidup di jakarta, di kota) Berkuliah di jogja, menemui peradaban dan budaya baru di sana. Di suatu sore, seorang teman saya menyeletuk mengajak saya ke suatu tempat, "cari awul-awul yuk," katanya. Karena tidak dibesarkan di daerah, meskipun keturunan jawa, saya tidak mengerti bahasa jawa. saya tanya lah, "awul-awul itu apa?" "itu loh biasanya...

Semburat Jingga

Aku menemukanmu, di dalam diriku, terlepas dari segala rasa yang meledak dan bergetar hebat, seiring detak jantungku, memicu, hawa hangat mengalir membungkus segala ragu, membisu, hanya kecup membakar rindu ingin bertemu. Aku tersiksa oleh kenyataan yang tak terasa nyata, mencabik, membunuh, untaian-untaian janji yang tak sanggup ditunggu. Sakit, sendu, bertanya-tanya kenapa dan kenapa tanpa ada yang memberi tahu. Aku tak siap dengan bongkahan rasa yang menyerang merasuk hatiku. Aku tak bisa melantun janji diatas janji yang masih berusaha kutepati meski akhirnya terasa palsu. Pada akhirnya, aku jatuh untukmu. 

Regresa

I’m trying to understand What’s in me Why am I shaking why is it hard to breathing Slowly I realized that something grows gradually That means nothing previously Bigger and stronger than ever born and arise than before How pity It must blooms along with fear Once we step beyond the limit Once we do exceed the boundary Hence, We conclude it wrong Its too scary To imagine the things that might hurt As we don’t know how rule rules As we don’t know life might fools So once we made a wrong turn our way will always burned So please, Step back right now You know I don’t want it But I don’t want us to get lost more So please, Retreat for now Not for killing the beat But to accept it wise without sore And when we have the chance We could begin again As it supposed to meant to be To live our dream again

Serapuh Kaca

Indah Kata yang ku pilih untuk mendeskripsikanmu Tentang betapa manisnya Kebaikanmu pada yang lain Lembut Kata yang ku pilih untuk menggambarkanmu Tentang betapa besarnya Kepedulianmu ke orang lain Siapa yang sangka Pada awalnya Jika ternyata kau memendam awan hitam Yang kelam di hatimu Tubuhmu meronta meminta kekuatan seiring keinginanmu untuk membantu Berusaha, berjuang, tanpa pamrih sekeras batu Namun sayang kau tak pernah sedikitpun menyempatkan diri untuk meminta Kau sisihkan rasamu, kau abaikan semua Tak ayal, hatimu, menjadi serapuh kaca Kuharap, akan datang masa Dimana, kau yang penuh cinta Mampu memahami Mampu mencintai Dirimu sendiri Kuharap, akan datang waktu Dimana, tak ada yang semu Kau dapat berdiri Kau dapat memberi Dirimu Kebahagiaan abadi Sehingga kau dapat menjadi lembut dan indah tanpa harus menjadi serapuh kaca

Diantara Ketidakmengertianmu

Dua puluh tiga tahun lebih sebulan Aku mengenalmu Tidak sebentar bukan? Sekalipun demikian, tahun-tahun berganti dengan kita semakin tak mengenal Satu sama lain, asing, menjauh dan hilang Aku dengan kehampaanku dan kamu dengan keputusasaan Mencoba mendekat dengan seluruh logika, meraih karena sayang Hanya waktu terbuang Mengapa usaha ini maju mundur tak beraturan? Terlihat berhasil namun gagal, satu sedikit lalu sekian hanya ilusi saat kita membuat kemajuan sudah berapa percakapan kita akhiri dengan pelukan? Untuk kemudian diulangi lagi segala kekesalan Situasi ini menyakitkan, dan juga menakutkan Sampai kapan semua ini harus berjalan? Aku tidak akan tahu Hingga berapa lama aku dapat memilikimu Aku hanya berharap tidak membuat kebodohan Dengan mengakhiri salah satu usia kita dengan pertengkaran Aku ingin menjadi anak baik, membahagiakan Mengisi hari-hari sebelum aku pergi dengan kesenangan Semoga aku dapat mengerti kamu Kare...