Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Sesal dan Ironi

Tidak mengerti Apa yang dimaksud dengan pikiran, hati, perasaan Hal tersebut menjadi gangguan perlintasan waktu Sayangnya, menjadi kebahagiaan Saat hati tidak berkompromi dan pikiran tidak menjadi alasan diam Perasaan memenuhi benak, meronta dalam dada entah apa namanya apakah perasaan itu? Bahagia, kecewa, marah, menyesal inilah yang membuat perasaan menyebalkan bila saatnya lebih merepotkan dari pikiran sekelumit menjejal, mendesak jauh mengganggu Aku tak dapat bergerak Aku tak ingin bergerak Aku membeku dalam hangatnya malam dan sejuknya pagi Saat awan menyibak bintang gemintang Aku terpaku di sini Tidak mengerti Apa yang harus kulakukan Aku merasa... Tidak ingin mengetahuinya Saat hangatnya tubuh ini bersama, bersinggungan Sentuhan takdir dan alam menyatu Detak jantung ini memacu Tanpa ampun memecah dinding kaca itu Aku masih terpaku menghadapinya Tidak mengerti Jelas-jelas kulihat, jarum jam masih berputar berdetak dengan teratur Berbeda de...

Aku adalah Alam

Aku bukan terlahir ke dunia Aku lahir darinya Aku satu dengan alam Aku satu dengan laut dan bintang Angin membawa benih, tersemai, buyar dihadapanku Pohon ini untukku, bunga ini untukku Dan aku adalah mereka

Perusahaan yang Sukses

Sebagai Jobseeker Apa yang anda lakukan saat mencari kerja? Apa yang pertama kali anda lakukan? Apakah anda berpedoman pada jurusan pendidikan anda dan mencari pekerjaan yang mencari lulusan tersebut? Apa yang pertama kali anda siapkan sebelum menghadapi interview? Apakah anda mempersiapkan jawaban yang kemungkinan berhubungan dengan pendidikan yang telah anda jalani? atau pengalaman yang telah anda miliki? Sebagai Perusahaan yang mencari karyawan baru Apa patokan pertama anda bahwa kandidat karyawan anda merupakan calon terbaik untuk perusahaan? Apa pertanyaan wawancara dari anda yang jawabannya kira-kira menjadi kunci bahwa orang tersebut adalah orang yang tepat untuk perusahaan? Apakah anda masih berpedoman bahwa orang dengan pengalaman lebih baik daripada yang tidak? Apakah anda masih menilai bahwa orang yang telah bertahun-tahun berada di bidang yang sama lebih berharga diperjuangkan daripada yang tidak? Apakah anda masih melihat bahwa orang dengan riwayat kerja ber...

Tempat Menuju

kita terpaut dari satu benang biru tidak lama, tidak lama kita tidak tahu hanya menyusur jalan batu hujan, panas, angin, debu biarkan langkah kita terus laju tapi bukan berarti cobaan tak menghampiri kita tersesat menerka waktu kita terjebak menduga rindu cobalah, cobalah, mengapa sulit tuk sadari apakah tempat yang kita tuju? kita berjumpa tak sengaja dalam asa tidak lama, tidak lama melengkapi jiwa masih tak tersampaikan juga bahagia, duka lara karena jalan kita yang berbeda tapi bukan berarti cobaan tak menghampiri kita tersesat menerka waktu kita terjebak menduga rindu cobalah, cobalah, mengapa sulit tuk sadari apakah tempat yang kita tuju? 14 Maret 2018

3 Tahun Jokowi

21 Oktober 2017 Lagi rame ya sepertinya masalah aksi tiga tahun jokowi ini. tapi kok ya seperti tidak ada titik temu, segala pihak saling menyindir satu sama lain seakan satu pihak paling salah, satu pihak paling benar. segala yang terjadi pasti ada penyebab. dan setiap argumen ga lepas dari subjektifitas. ga heran kalau menimbulkan kesalahpahaman, sikap heuristik dan generalisasi orang-orang, baik yang terlibat langsung maupun tidak. contohnya, pihak mahasiswa bilang, kita sedang menyampaikan aspirasi, kok dipukul-pukul, ditangkap dsb? kalau logikaku sih sebagai orang awam dan juga ga ikut terlibat, masa sih ga ada penyebabnya? tapi kembali lagi tindakan polisinya bener ga mukulin? oke anggaplah ga bener. lalu tanya lagi, lalu apa yang sebaiknya mereka lakukan kalau ada hal yang tidak sesuai hukum? jadi dimana-mana sepertinya memang ada bagian yang salah dan benar di kedua pihak. ga usah alay merasa paling bener lah. ah ya satu lagi, kebiasaan. perbuatan beberapa orang a...

Bosan

aku bosan merasa berat merendah di antara mimpi-mimpi terasing bak putri dalam istana sempurna tapi mati aku bosan dengan sepatu kaca yang elok tapi harus terjaga bila berdiri koyak bila berjalan rusak jadi sepatu, untuk apa? aku bosan dalam megah hidup mewah, tapi kreatifitas parah kemeja rapi berkerah, tak ada ide yang wah rutinitas hanya membuat gerah aku bosan melihat hanya abu gedung, jalanan, semua abu-abu kaya, tahta, oh lama-lama terasa semu jadi masihkah hidup semenarik lagu? ini alasan karena aku bosan meskipun memang mapan kanan kiri rupawan harta sebenarnya, tempat lain yang simpan umpama berlian di dalam hutan dibalut kain kesederhanaan juga lekat dengan ketidakteraturan disitu tempat jawaban karena di situ bahagia tersimpan jadi, aku tidak bosan sungguh, takkan pernah bosan ini adalah jawaban puisi ini adalah jawaban 22 Agustus 2017 23:41 Dimana kebebasan mahal harganya

Baik, Benar, atau Islam?

Pagi ini tiba-tiba saya teringat percakapan dengan teman saya. malam itu kami mengobrol seputar hal mengenai agama. tidak ada yang terlalu istimewa, diskusi berjalan menarik, hanya saja saya sampai di suatu topik yang cukup membuat saya terpelatuque waktu itu saya mengeluarkan pernyataan, "aku lebih senang dengan teman-teman yang menjalankan perintah agamanya dengan baik. seperti yang muslim sholat dengan baik, yang kristen rajin ke gereja, yang hindu ke pura, dsb" teman saya menjawab begini, "kalo aku lebih suka dia yang sama-sama islam, meskipun ga sholat atau ngelakuin hal jelek gimana, yang penting islam" uh-oh kawan-kawan inilah fungsi diskusi, sebelumnya jujur saya tidak tahu jika ada yang bisa berpendapat seperti ini. di lain waktu saat membaca komen post-post yang viral, ternyata saya menemukan pendapat yang serupa. "meskipun dia koruptor, dia lebih baik, dia islam!" (ini benar-benar ada yang komen kayak gini) ah saya pikir, inilah mu...

Alam dan Kamu

Satu tempat yang membeku terhadap waktu satu memori yang bergema kepada rindu masih terasa pekat kenyataan itu suara tiupan angin kabut bebatuan kamu yang bersemangat menunjuk jalan bergelora menyingkap fakta di depan mataku saat kamu yang percaya diri berkata "aku panitianya" bagaimana aku tak bergantung padamu? saat kau berkata "please, hati-hati" dikala aku handal dalam memanjat ah aku tidak bisa lupa raut wajahmu ditengah 'kita' yang tak saling tahu tidak peduli akan langit yang menghitam kaki menjejak naik... naik... bahkan aku tak mengingat lelah hari itu yang aku tahu bingkai gambar gazebo dengan dua bangku ditemani udara dingin selepas maghrib syahdu dengan sopan kamu meminta izin untuk pertama kali menggenggam tanganku katanya supaya hangat? yang benar? tapi aku tak menariknya hanya terpana detak jantungku mungkin masih memburu karena mendaki dikawani angin yang dingin dan kabut yang ku sukai ya kamu be...

Yang Benar akan Kembali

sesungguhnya kita tidak bisa tahu bagaimana manusia akan menuju kita tidak bisa mengerti bagaimana gerakkan hati hingga setulus apapun seseorang kini dapat terulang alik suatu saat nanti hanya dengan dikembalikan ke Atas kita bisa yakin bahwa ia menyadariNya bahwa ia mencintaiNya hanya dengan cara yang Atas kita bisa mengukur tentang tanggung jawabnya tentang keputusannya sehingga jika hati salah satunya terbalik ia takkan lupa dengan pilihannya ia takkan lena karena hadiratNya ia akan kembali apapun alasannya 2 Agustus 2017 5:47

Teringat Lagi

Di waktu yang semakin sempit ini, aku ber angan.. menarik jauh kenangan hingga ke depan kala pertama menyapa kala pertama tertawa Senandika memang dasar aku yang bodoh, yang tak bisa selalu ada kerat di setiap hubungan yang berharga menjauhkan yang ada sedang aku tinggal di tempat semula Dan waktunya semakin sempit, sedang kita belum berkawan beban terus menghimpit, terang kita harus berjalan maaf, sudah, sedia ku dengar semua tapi kenapa? tak juga kita biasa? hanya menghitung hari, aku akan pergi pribadi, kuharap bisa kuulang lagi lebih tulus.. jadi bisa kau mengerti.. setiap detil pecahan memori itu selalu kusimpan dalam hati.. kembali.. antara sisa yang sedikit lagi.. 1 Agustus 2017 6:37

Palestina dan Al-Aqsa

Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih pada semua orang yang telah membuat post tentang Palestina, Al-Aqsa, dsb. meskipun ada yang menganggap post-post itu tidak ada gunanya, menurut saya tidak. menyebarkan berita, membuat semua orang tahu, itu sangat membantu orang membuka mata. saya sendiri baru 'peka' dan terus mengikuti perkembangan palestina sejak tahun 2010an. itupun banyak orang yg masih tidak mengetahui hal tersebut sampai sekarang. Banyak orang yang tidak akan mengerti betapa gentingnya hal ini jika tidak banyak yang mengungkit. berdoa dan mengajak yang lainnya berdoa. Bukan hanya atas nama agama, tapi kemanusiaan. saya sendiri merupakan orang yang tidak peduli terhadap politik negara. tapi siapapun yang salah, yang saya tahu, kekerasan bukan hal yang benar. melarang atas orang lain beribadah melanggar hak asasi. pembunuhan, agresi, adalah hal yang keji. dan simple, hal tersebut telah menunjukkan bahwa apa yang terjadi di sana tidak manusiawi. semoga terhim...

Cari orang yang memang menyukaimu

Malas, itu kebiasaan. sering berkata kotor, itu kebiasaan. sementara keras kepala, itu karakter. pendiam, itu karakter. jadi bedakan saat ada orang tidak menyukaimu karena kebiasaanmu atau karaktermu. jika itu kebiasaan, berarti ubahlah. karena itu tidak mengubah siapa dirimu tapi justru dengan mengubahnya dapat meningkatkan kualitas diri. Sementara jika itu karakter, biarkan. lebih baik cari seseorang yang dapat menerima dirimu. karena saat ada yang menganggap karaktermu itu negatif, akan ada yang menganggap itu positif (misalnya bukan keras kepala, tapi berpendirian teguh, pantang menyerah). positif atau negatifnya karakter dapat ditemukan dari bagaimana kita memandangnya. sehingga tidak ada karakter yang bagus atau yang buruk. sementara kebiasaan ada yang baik, ada yang buruk. Jadi bedakan orang yang tidak menyukai kebiasaanmu, atau karaktermu. saat ia mengkritik kebiasaanmu, ada kemungkinan ia menyukaimu dan ingin kamu menjadi lebih baik. tapi jika ia mengkritik karaktermu,...

Sedikit mengenalkan dari sisi Psikologis

Saat menghadapi sebuah KEHILANGAN, seseorang biasa akan melewati 5 fase psikologis antara lain denial (penolakan), anger (kemarahan), bergaining (tawar menawar), depression (depresi) dan penerimaan. Disini penjelasannya 'denial' dan 'anger' saja karena biasanya fase tersebut nampak dan berimbas secara langsung terhadap objek disekitar mereka berupa kemarahan, penolakan, dan keinginan untuk menyalahkan. itu bisa berlaku untuk kehilangan apa saja loh.. entah itu hewan peliharaan, tanaman yang dirawat, diputusin (?), dan lain-lain. biasa juga terjadi saat menghadapi keadaan kritis, menjelang ajal, dan meninggal. objek kemarahan bisa pada Tuhan, dokter, bisa juga diri sendiri. Karena itu alasan tenaga-tenaga medis juga dibekali dengan ilmu psikologis agar dapat menghadapi dengan baik dan memberikan respon yang sesuai. sebagai tenaga medis maupun calon tenaga medis harus siap dengan hal tersebut. Pernah ga lihat PMI yang biasa nolong korban kecelakaan? mereka contoh y...

Beduk dan Takbir

24 Juni 2017 Rasanya lega karena masih ada anak-anak yang melakukan tradisi keliling kampung, membawa beduk, sambil takbir. terlihat bahagia menyambut lebaran, menyambut hari yang fitri, dimana kita kembali suci. seharusnya ini perayaan paling membahagiakan dan sudah sewajarnya seperti itu. kapan terakhir kali hari suci ini kita rayakan dengan excited, riang gembira dan penuh syukur? sepertinya sudah banyak yang kehilangan itu dari hatinya. rasanya menyedihkan, lebaran jadi biasa saja. ramadhan terasa biasa. rasanya rugi sekali padahal banyak hal istimewa pada 2 bulan ini. termasuk saya. saat kita masih diberi kesadaran bahwa hati ini mulai mengeras, akui, dan cepatlah meminta hati yang baru.. biasanya ciri-cirinya orang dengan penyakit hati seperti itu, ya menghindari konten bacaan seperti ini. memalingkan muka karena malu, atau malah tidak mau tau. terapi yang paling cepat ya perbanyak membaca dan melihat hal-hal yang mendekatkan pada agamamu. itu bukan hal yang memalukan. yang...

Tentang Hubungan

ada banyak orang yang aku senangi entah untuk jadi kawan atau sobat entah karena kesamaan, atau kesukaan intinya, kita ingin lebih dekat dengan mereka Tanpa disadari kita berperilaku mengusahakan kesenangan agar mereka tertarik dan berharap menyenangi kita juga namun sayang, sayang hal tersebut menyedihkan apabila kita berusaha namun mereka tidak meski untuk beberapa orang pertemanan adalah sesuatu yang mahal jangan berkorban sendiri jika mereka ingin berada dalam hidupmu percayalah mereka akan berusaha juga jika tidak, kuatlah hubungan bukan sesuatu yang muncul dipaksakan bangun saja secara alami saat kau menjadi dirimu dan mereka menjadi mereka 17 Juni 2017 8:40

Tentang Budaya Terlambat

Jadi inget koordinator ibu pengajian di tempat kkn yang sangat cerdas menyiasati ibu-ibu yang suka terlambat dengan selalu memulai acara sesuai waktu yang sudah ditentukan, berapapun orang yang baru hadir. dan kalau sudah begitu, ada saja alasan orang. kalau rapat di kampus, paling saat terlambat rapat dan pada akhirnya ketinggalan informasi, miss komunikasi saat acara, pas ditanya alasannya hanya bilang "kan saya telat waktu itu" yha njuk telat kita yang harus memaklumi.. ah dimana budaya malu nya nanti pas udah kerja dan jadi kebiasaan.. baru deh.. nyesel dan susah berubah..

Jika Setelah Ini Aku Pulang

Jika setelah ini aku pulang aku akan naik ke atap menjelma kabut demi menengok sisa-sisa alam mendengar siulan angin dari jauh tak mengapa jika setelah ini aku pulang akan kuteguk kopi lebih banyak kukumpul satu dua rasa kebersamaan sembari menyesap pahit hitamnya aku akan lebih peka baik itu robusta atau arabica gayo atau bajawa jika setelah ini aku pulang mimpi yang kutinggal akan kubawa kutatap langit yang sama di bekasi kota aku akan lebih rajin menghitung bintang menghafal utara dan selatan dan ku rekam kerlip manisnya jika setelah ini aku pulang... ah.. rasanya aku tak mau pulang terlalu banyak yang ada di sini mau itu suasana, hawa atau cuaca teman sepermainan atau orang-orang kesayangan aku terlanjur hafal jalan, terlanjur cinta kota dan kampungnya telah kutaruh satu persatu pecahan jiwa menyelusup dan keluar sudut-sudut jogja ah bisakah aku tetap tinggal? tapi aku harus pulang 1 Juni 2017 20:31 Saat aku harus pergi dari Yogyakarta

Aku Akan Kembali

Tubuh ini dapat melalangbuana namun hati kan kembali ke tempat semestinya kepada yang tercinta dimana angin membelai dimana mentari menyapa sebuah perjalanan yang jadi candu di atas dunia kemanapun aku pergi aku akan kembali 18 Mei 2017 17:57

Karena Aku Orang Terpilih

Disini aku belajar belajar untuk tidak peduli belajar untuk mengeraskan hati Disini aku membiasa biasa tidak disukai biasa untuk dibenci Disini aku berubah tidak lagi seperti anak kecil yang menangis tertinggal sendiri Disini aku kuat meski tetap menjaga watak sayang tetap berani ekspresikan diri Karena aku adalah orang terpilih, yang dapat disandingkan dengan orang tertentu dan hanya orang-orang terpilih, yang dapat bersanding bersamaku 16 Mei 2017 7:45

Orang-Orang di Belakang

Kata orang.. Di balik lelaki yang hebat ada wanita di belakangnya Di balik anak yang sukses ada ibu (dan bapak) di belakangnya Di balik murid yang pintar ada guru di belakangnya ialah orang-orang di belakang yang tak pernah terkenang pihak tulus tiada pinta namun terus menopang memang, sorot pandang lebih menarik pada pemeran utama namun yakinlah tanpamu hasil takkan sama Karena itu untuk para sutradara di balik film fotografer di belakang kamera anggota medis yang berjaga di luar barisan kru lighting di tempat jauh dari kilauan satpam-satpam di bibir gerbang mak comblang atau mediator pasangan para pemain cadangan bahkan pemeran-pemeran figuran untuk para guru untuk para wanita untuk para ibu serta bapak... panjang umurlah kalian dan tetap jaya meski jadi tersorot kecil kemungkinan tapi keberadaanmu berharga, percayalah teruslah menopang tulus seperti sekarang dan jayalah orang-orang di belakang dari. orang yang berada di belakang 28 April ...

Passing Grade Menentukan Kualitas?

"Sebenernya suka politik tapi nggak boleh sama orang tua. disuruh masuk ekonomi" "kenapa?" "karena biasanya jurusan politik pass gradenya rendah, jadi orang nganggepnya kalo bisa mencapai jurusan favorit kenapa nggak?" Jadi sekarang pass grade yang menentukan prestisius atau nggaknya sebuah jurusan? Pantes aja. jurusan-jurusan tertentu dinilai "rendah", lalu dianggap sebagai "tempat buangan" orang-orang yang tidak berhasil mencapai jurusan yang "tinggi", dan pada akhirnya kemana larinya orang-orang pintar? orang-orang cerdas? katanya sih ya ke jurusan-jurusan tertentu lainnya. kalau gini terus mindset yang ditekankan, bahwa tidak ada kompetisi di bidang-bidang sosial. pantes aja DPR, DPRD isinya orang-orang ngantukan. politik dan sosial itu penjaga dasar negara ya kalo mindsetnya seperti itu, posisi mereka dianggap "rendah", pantes aja kondisi kita seperti ini. dan begitu juga dengan jurusan teknik dibandingk...

Ada apa dengan fisik?

melihat di story instagram ada iklan make-up yang modelnya mbak-mbak yang istilahnya berbadan lebih besar dari orang kebanyakan. pribadi, kupikir dia cantik. tapi aku justru tertarik melihat comment dibawahnya. dan iya, seperti yang disangka. sebagian besar mengatakan hal-hal yang (kalau aku jadi orangnya) itu menyakitkan. mungkin banyak yang mengatakan hal itu untuk bercanda, entah seberapa yang benar-benar membully. tapi tetep rasanya prihatin melihatnya. masih banyak ternyata orang primitif yang melihat kecantikan seseorang hanya dari fisik, bentuk tubuh. menyedihkan. ini hanya anggapan pribadi di luar semua pandangan ini, respect dengan owner produk yang memilih mbaknya sebagai model.

Zona Nyaman?

Terkadang orang-orang tidak sadar bahwa mereka menolak untuk berubah karena terlalu takut kehilangan zona nyaman mereka padahal tempat itu mungkin tidak terlalu baik. Dan jika kau cukup peduli untuk melihat hal itu dan berharap bisa menyadarkan mereka, sepertinya tak ada yang benar-benar bisa kau lakukan. Beberapa perlu mengalami kejadian dahsyat terlebih dahulu untuk menyadari bahwa itu buruk, dan itu harus mereka alami sendiri sehingga mereka percaya. Beberapa lainnya tak sempat berubah dan berakhir menyesal. Jika kau sungguh-sungguh peduli (atau sebenarnya ingin cuek tapi tak bisa), mungkin ini yang bisa kau lakukan : tetap bersamanya, dan contohkan hal-hal baik semampumu. Mungkin apa yang kau perbuat nantinya akan berakhir tidak berguna dan tidak menolong sama sekali. Tapi seharusnya bila kau cukup dewasa untuk mendeteksi kebiasaan buruk, seharusnya kau juga cukup dewasa untuk mengetahui bahwa tidak akan ada perbuatan baik yang sia-sia.

Tanda Cinta

Terkadang keegoisan itu memang ada, untuk memiliki sepenuhnya. untuk memenuhi dunianya hanya dengan diri sendiri. Tapi apalah arti cinta bila untuk mengikat saja. Karena dengan melepaskan, kita memberinya kesempatan untuk kembali. Hadiahnya menarik, berupa kepercayaan dan kasih sayang. Meskipun harganya tak murah juga, serupa ketulusan dan kerinduan. apakah sebanding? Entahlah.. Tapi keduanya bisa dinikmati, jadi jika kau sedang berada di salah satunya, nikmatilah. Perasaan itu manusiawi, dan bisa dirasakan terhadap kapanpun, dimanapun dan siapapun yang kamu sayangi Dan, ada orang yang meminta untuk dimarah, meminta agar membuatnya menangis. Lalu akhirnya kita menyadari bahwa tak akan kita marah jika orang itu tak cukup berharga, dan artinya cukup penting untuk membuat kita menangis. Jadi mulai kini hargailah lebih baik setiap momen karena mungkin sebagian salah kau persepsi. Bahwa ternyata itu bukti tersembunyi, bukti sayang dan cinta dibaliknya.

Ternyata Aku Masih Kalah

Ternyata aku masih kalah masih merasa sendu menatap langit abu-abu masih terpaut syahdunya alam rindu aku masih kalah dengan egoku yang masih berharap untuk menjadi bagian dari senyum itu untuk menjadi alasan semangat itu aku terjebak memori, terjepit angan dan kenangan hingga mungkin jauh dari alam nyata atau mungkin saja dekat? tidak itu khayalan saja tapi..? aku butuh jawaban karena telah terbuang detik menjauh beriring mata menengadah, mencari. hal yang nyata hal yang tidak nyata yang mana? terlalu banyak yang menungguku sedang aku menunggu ketiadaan terlalu banyak alasan untuk pergi sedang kakiku berkeras tuk menetap ada-ada saja bahkan kenyataannya tidak ada yang menunggu kan? ah sesungguhnya aku tersenyum menahan geli ketidakberesan ini ternyata aku masih kalah dan aku hanya tertawa.. 13 Desember 2016 17:29

Please

And that remorse surrounds this heart until plated. Darken hope, create sorrow. And which bloom inside that remains are the remnants of wish that i could save it once again and make it up. And one word, "Please", that i shout it loud deep of my soul. My fault My foolishness I regret it all. So Please... bright again.. 4 Desember 2016 17:25 Give me a chance

Matahari

bayang-bayang jingga menyusuri satu satu celah dinding terbuka. memberi pancaran menyilaukan, kebahagiaan akan hidup sekali lagi. entah kebahagiaan atau sebaliknya. ini kesempatan sekali lagi, untuk berjalan. entah bertahan dengan pilihan, atau berputar menunjuk arah berbeda. hari ini, pilihanku masih sama. entah sampai kapan. mata ini hangat oleh sinar matahari, namun mengembun dan jatuh airnya. di hadapan matahari ia bangun dan memegang hatinya. merasakan degup yang masih bersuara. mataharipun berdoa untuk segalanya. dan membisikkan seserpih bekal percaya. "kau harus percaya" katanya. meskipun embun berbalas hujan masih ramai singgah, ia matahari, masih hidup dan berwarna. ia tahu apa yang membuatmu bahagia. maka ia akan melakukannya, jika ia ingin melihatku bersinar. itu kata matahari untuk cahayanya. jika tidak, katanya, maka sudah padam begitu saja. "jika ia ingin melihatku bersinar", katanya. "maka ia tahu caranya". ..sudah cukup untuk sega...

Halo

sesungguhnya rasa sepi itu memanggil-manggil untukku dijadikannya sahabat. dan saat raga telah menyerah bertahan, diterimanya uluran tangan dingin sepi itu, menjadi teman karib. Tiada kata harap dan sampai situ saja. "aku ada", kata sepi. "maka bermainlah dengan mereka yang menginginkanmu. aku ada karena kau menunggu". "aku tak masalah berteman denganmu", kataku. "ya, tapi kau membenci itu dan aku tahu" maka aku melangkah mencoba mendengarkan teman baruku. "siapa tahu", katanya. "kau kan temukan obat pengusirku di antara mereka yang sangat menantimu" aku tak percaya. tapi.. sang sepi ternyata cukup kuat untuk menyeretku berjalan. berjalan.. entah seberapa jauhnya hingga mungkin suatu hari, aku kan meninggalkan teman lamaku; menunggu. 24 November 2016 23:50

Lirih

sembari menatap langit saat bulan jatuh menghilang. aku terpaku, padam. warna perlahan pergi tanpa pamit meninggalkan jiwa kesepian di belantara malam. gemetar dingin merayapi.. hanya kata tolong lirih tanpa pendengar, berteriak dalam kesia-siaan tak pasti. 16 November 2016 21:46

Bagaimana cara melarikan diri?

Aku membenci sibuk hanya untuk melarikan diri. but we dont really have a choice. terkadang memang itu cara untuk menyederhanakan apa yang kita rasakan, karena terlalu pusing menerima segala perasaan yang campur aduk setiap hari. Menjadi produktif di sela keresahan mungkin jadi jawaban untuk kita dapat terhindar sedikit dari masalah. Meskipun seringkali saat kesibukan itu selesai, ternyata tidak mengubah apapun. So yeah that is a life. you feel that because you are alive. Maybe you just have to be grateful of that.

Selamat Pagi

Selamat pagi sejenak ku membisiki angin, dengan lembut, untuk ia bawa padamu sapaan yang tak berani secara langsung kuucapkan. kubisikkan doa pagi, serta merta dengan segala rindu, untuk ia sentuhkan ketelingamu. agar indah hari ini tuk dijalankan. dalam hening pagi, sebelum terbit, sembari bersujud, dengan segala bahagia di antara sesak menahan inginku berjumpa. 10 November 2016 7:01

Gelap dan Hitam

gelap menelan satu-satu bagian diri mengombak badai perlahan jadi buih aku merasakan pudarnya warna bumi jadi kelabu aku merasakan hilang cahaya diri menjadi debu mati.. mati.. lengking terngiang menutup sel sel pendengaran mencaci maki, mengejek hingga tiada hal indah di depan mata ataupun dibaliknya hanya menelan, si hitam yang menelan serpih-serpih warna warni yang tersisa hingga pudar.. memutih menghitam menjadi abu.. 3 November 2016 7:08

Waktu Habis

antara ketakutan dan kemasabodohan bercampur ingin saja tak peduli dan biarkan semua biar ini menjadi kesalahan jika memang jalannya karena selain lelah, remuk pula dingin.. gelap.. sudah berapa lama kebimbangan ini menggoyah meluluh lantak mungkin sebab tiada akar, telah keropos semua dan si empunya mengira kini saatnya ia bolak balikkan lagi seperti biasa waktunya hampir habis tik.. tok..tik.. tok.. tik..tok.. tik.. tok.. 31 Oktober 2016 12:12

Selamat Jalan

Selamat jalan kasih.. belum berhenti dalam dada gemuruh ini berlanjut .. bergetar bagian, melajukan emosi, rasa, kehangatan. membungkus erat bak melodi meniup asa.. ah, telah habis kata terungkap tak padu kupadan luapan hati ini bahkan puisi seindahnya tak akan mengganti hanya selamat jalan selamat jalan.. disini ku kan pandang langit malam, kasih memutar momen akhir kisah ini saat waktu meratakan keping menjadi puing sisa-sisa kenangan.. sisa-sisa memory dan jika suatu hari kau pandangi lagi langit yang sama dengan malam ini aku letakkan sebutir cinta diatas bintang maka disitu, satu yang paling terang mengucap selamat jalan, kasih ya selamat jalan.. 26 Oktober 2016 4:29

Sendiri

saat kesunyian memanggil malam. berubah menghentak pasrah bertaburan. kacau.. kacau saja berkicau memekik kegirangan. menyisa buih sedih melolong dalam diam.. aku sang sisa dunia metropoli tertinggal sepi.. sendiri.. 25 Oktober 2016 21:48

Manusia yang Dinamis

30 Agustus 2016 14:47 Jadi, apa yang didapat dari kuliah hari ini : manusia dinamis. manusia tidak pernah puas. apa yang kita pelajari di bidang apapun saja, memang tidak direncanakan untuk berhenti. isu kesetaraan gender misalnya, pelajaran mengenai ini pun ada karena ketidakpuasan salah satu pihak terhadap suatu topik. padahal, mungkin jika bertolak dari emansipasi wanita yang digerakkan kartini, emansipasi itu telah tercapai (mengenai kesamaan mendapatkan hak belajar dan sekolah). namun semakin maju zaman, akan muncul isu-isu baru yang memang sepertinya tidak akan selesai. topik perkuliahan di bidang lainpun saya yakin seperti itu. semakin maju zaman akan semakin banyak timbul permasalahan dan fenomena baru. yang kemudian akan memicu respon baru yang kemudian akan membuat isu baru. begitu seterusnya. bidang biologis mungkin dulu membahas mengenai pengobatan penyakit yang kemudian berkembang ke ranah kecantikan. fisika dulu hanya sebuah hukum gravitasi dan sekarang sudah berkemb...

Menyongsong Asa

meski dunia riuh bergolak, tuan namun nur tetap berderak mengikuti raga kini bersauh pada dermaga kian mantap sauhnya, kian rapat paduan alun harmoni dan melody aku meniti luruskan tiap asa menanti tak terbuang sayang, tak ada dendam terpendam rasa syukur akan cinta tertanam di dada salam tertitip ikuti air mengalir sampaikan pada titik itu, lelaki itu bahwa disini tertinggal jiwa terjarak waktu dan terjarak batas hingga beri aku waktu kasihkan jalan serta peluang untuk bergerak, berlari menuju sempurna karena dengarlah tuan, cinta sayang bersahutan menuntut alam untuk menyublim, untuk berubah bahagia berubah menjadi lengkung manis di wajah itu semoga aku bisa 29 Agustus 2016 16:03 sedikit luapan emosi

Selamat Jalan (Dedicated to M. Arma S)

Aku terpaku di antara waktu yang menghening Dia, sosok yg terbujur kaku di kamar itu Kini dalam kenang-kenang kami, mulai membuah rasa rindu Ah, betapa baik dan mulia orang ini Hingga mengantri orang-orang solat dan berdoa untuknya. Ia yang pergi di hari Allah Jumat kelabu yang berkabar duka sendu Terputar kembali ramah senyum lagi budiman Ia yang alim, ia yang tenang Ia yang telah terhapus dosa saat sakit terakhirnya Ia yang ringan tangan, ia yang selalu membantu Ia yang selalu mendaki tanpa sepatu Ah, apalah hal yang kuingat ini Tapi mungkin saja sekarang pun juga Ia sedang mendaki seperti biasa Tanpa sepatu, seperti biasanya Pendakian terakhirnya.. Yang kali ini terus keatas, keatas Dan menghilang.. Selamat jalan, kakakku.. Tunggu kami di atas Semoga kami bisa menyusulmu.. 28 Mei 2016 12:23 Atas kepulangan kakak kami tercinta Mochammad Arma Setyawan

Di Ujung Horizon

Bila waktu akan berlalu, biar kuingat desir itu sekali lagi. Bila akan menghilang biarlah, aku yang akan melihat hingga tenggelam. Di ujung horizon, Aku ingin membawa bayangan hingga buram melebur. Memecah hening sedu. Bila tertutup sudah kesempatan, bila yang tersisa hanya kejahatan Biarlah sudah kurekam memori waktu dalam bingkai Hanya pantai ini yang jadi dermaga yang menyimpan perahu kenangan Sampai penantian siap membuang sauh, Dan berlayar, Jauh Ke ujung horizon Bila garis ini tak berujung titik temu Bila arus mengalir tanpa akhir yang satu Biarlah Biar foto saja jembatan kita Buah potret abadi yang mungkin mati Aku ingin titipkan Sebelum layar terkembang Biar bawa sudah bunga ini Hingga akhir horizon 14 Mei 2016 23:35

Aku Semakin Dewasa

Aku semakin dewasa, dan semakin kusadari istimewanya sang kuasa, istimewanya manusia yang tercipta, dan uniknya apa yang ada di diri kita. Tubuh ini tak hidup tanpa jiwa, tak lengkap dengan rasa, sempurna dengan hati. Terus terjadi, hal hal yg tak disadari, bergejolak di bumi, apa yang mengalir, apa yang berdiri, seluruhnya membentuk simfoni, mengalun merdu bagai seni. Aku masih tersentak oleh kejutan-kejutan, yang datang berkelanjutan, membuyar warna merangkai cerita Dan aku bersyukur ditengah tanya, bahwa apakah akhir kisah jadinya? Aku semakin dewasa, dan kutahu tak ada yang pasti hasilnya. Biar gelombang ini menggelung bergetar merajai membentuk jati diri sendiri. 12 Mei 2016 1:01

Angel and Demon

For the sake of silence for the absence of glory or suffer. Let the heart begins to hide For shadow and light be together. Angel and demon within me By it self turn into humanity And start to release, upon soul and life Move as one Flow in one And stop 5 Mei 2016 11:35

Refleksi

Helai rumput tertiup Melambai perlahan tertunduk-terjatuh Kadang si kecil itu Sungguhlah malu tuk lagi berdiri Kadang terlupa Kadang terinjak Hingga tak peduli waktu berputar-putar Menertawakan hidup tiada makna Tanpa gubrisan membangun, hanya ejekan-ejekan Oh.. Katanya Apalah artiku di dunia. Hingga tiada guna terasa, hanya rumput pemalu tak terlihat Yang tertunduk. Menunggu. Entah menunggu apa. Di sela-sela pupus hidupnya Terus menghilang 4 May 2016 6:53

Hilang

Demi hujan yang bermain di telapak kaki. Menusuk titik-titik, menghilang di balik tanah. Demi langit tertutup kabut, aku hilang. Mencari petunjuk dari lika liku misterius pada labirin. Terbuka, namun membingungkan. Demi udara yang mengalir datang pergi menggoda. Tak habis bertanya, kenapa tak jua kau bawa pelik ini. Bahwa terasa makin menekan sesak di dada. Aku peluru yang menembus halang, namun terhenti tertancap pada rotan. Tak lagi. Dengan dayaku aku berhenti. 19 Desember 2015 00:41 Saat aku tidak mampu Memilih

Gambar yang Berbeda

Merajut utas demi utas, menunggu waktu. Sambil membalik lagi.. Tak sadar, ternyata bisa juga berubah. Moment, gambar favoritkupun berbeda. Biar kunikmati saja 4 November 2015 12:16 Saat menyadari bahwa aku telah kembali dan kamu yang mengembalikan

Suara tak Bertuan

Bunyi-bunyian ini tak berhasil merusak suara itu. Berada di keramaian nampaknya tak berdampak. Meski sesungguhnya wujud itu tak jelas juga rupanya. Namun justru itu poin utamanya, gara-gara itu. Gara-gara ketidakjelasan itu. Padahal pikiran tak bertanya-tanya lagi. Tapi malah membias dan membelok ke arah yang membingungkan. Gara-gara ketidakjelasan itu. 17 Oktober 2015 12:01 Di dalam kamar yang hening dan bising

Wonosari

Mungkin.. Memang telah tertulis. Bahwa aku akan ada di sini, saat ini. Menatap bintang-bintang di bawah bukit. Yang jadi latar belakangku merenung.. Lagi.. Tunggu.. Itu bukan bintang.. Meski berkedip dan banyak, namun berbeda.. Tapi tetap indah.. Dan aku suka.. Meski tak terasa lengkap, dan rasa takut ada. Tetap indah.. Dan aku suka.. Selamat malam wonosari.. 7 September 2015 18:22 Ditulis di atas Bukit Bintang Wonosari

Kata yang Terungkap (2)

Sebuah Dialog H kucing manis, tidurlah dalam keheningan malam.. dalam setiap rintik hujan yang mulai menghilang.. tidurlah dalam senyuman.. perlahan.. perlahan.. ya, perlahan bangunlah mimpi indah dalam kehidupan.. merangkai setiap kata menjadi makna sajak ber frasa.. M saat ini malam. meski telah ditanya, kenyataan tak berubah. apa malam bagimu? terdengar seperti fenomena. alam tak berkhianat pada kita. terdengar bermakna kah? tak seperti lain hati, tak mengerti dalamnya. satu saja, dengarkan itu. mungkin saja kau keliru. tapi ini malam, tentu saja. kenyataan takkan berubah. namun, tunggulah.. apa yang terjadi. suatu saat malam akan berakhir. terdengar bermakna kah? tanyalah dalam dirimu. H ketika kamu melihat cahaya hanya beberapa langkah didepan tapi entah kapan dia datang entah berapa hembusan nafas lagi hingga ia datang aku masih berjalan di tengah malam bertanya akan jawaban yang mungkin takkan kutemui aku masih menunggu menunggu sesuatu yang mungkin aku pun...

Kata yang Terungkap (1)

Malam ini panjang ku lewati tiap detik-detik yang sepi, & memandangi kilauan cahaya yang berkelap-kelip dari ketinggian, merasakan hembusan angin yang menerjang raga yang rapuh ini. kini ku berharap malam ini tak berakhir, sinar bulan beranjak meninggalkan ku dan terganti sebuah cahaya terang. saat terang mulai mengkhianati, aku tahu, aku yakin, malam akan datang dan cahaya bulan akan menemani ku, menerangi langkah demi langkah yang kulalui, menyusuri jalan-jalan yang tak berujung. lelah, itu lah yang kurasakan saat ini, saat dimana aku tak lagi kuat melangkah, tak sanggup memandang luasnya alam semesta. aku hanyalah insan kecil, rapuh, & lemah yang mencoba melawan kesepian dengan cara ku cendiri karena tak ada yang peduli ketika aku sendiri, tak ada yang mencari ketika aku pergi. sahabat, teman? aku tak tau artinya, kadang ku berfikir itu hanya sebuah gelar untuk mereka yang ku anggap teman. -------------------------------------------------------------------------...

Apakah kamu sudah sukses?

Hari ini, aku mengenal lebih jauh seseorang yang kutemui di Atmajaya, teman sekelasku di CHRP. Aku menemukan bahwa dia adalah seseorang yang benar-benar amazing. Lulusan ST* T*lk*m yang langsung bekerja di perusahaan terkemuka di Indonesia, promosi berkali-kali, menempati berbagai jabatan, bolak-balik keluar negeri gratis dalam rangka training, dan dalam waktu 7 tahun mencapai level setara vice president. Setelahnya keluar dari perusahaan tersebut dan diterima bekerja di Amerika, saat itu ia baru berumur 30, hanya 3 tahun bekerja dan langsung membuat perusahaan sendiri. IQ 152 yang artinya jenius banget, hasil tes Pauli 3,5 lembar (14.000 hitungan), bertemu jodohnya di Jepang, dan sudah membangun keluarga. Dan yang mencengangkan adalah, dari kesuksesannya yang gemilang, dia masih disini, belajar, seakan tidak puas dengan ilmu yang bolak-balik dia dapatkan di luar negeri. Humble dan friendly, setiap hari mendengarkan dengan serius. Banyak teman, dan tidak pelit untuk mengajarkan yan...

Jadi 'Orang Tua' yang Seperti Apa?

konteks orang tua yang saya maksud disini merujuk ke banyak arti. Bisa berarti orang tua dalam artian secara harfiah, bisa berarti ayah atau ibu, bisa berarti senior atau orang yang kebetulan berusia lebih tua. sebelumnya hal yang saya ungkap disini hanya argumen pribadi, lebih tepatnya pertanyaan yang muncul secara intrapersonal. Aspek yang diangkat juga sangat sempit, hanya sebatas perihal "sikap dalam berhubungan" Dimulai dari pertanyaan ke diri saya sendiri, (konteks orang tua-ayah dan ibu) "kenapa bisa ada anak yang sangat dekat dengan orang tuanya, jadi semacam teman curhat atau sahabat. Tapi ada juga hubungan orang tua-anak sudah seperti atasan bawahan yang kalau berkomunikasi banyak yang berupa arahan atau perintah--jika ekstrem" sebenarnya proses pemikiran sangat panjang, karena itu langsung saja ke kesimpulan. intinya saya menemukan bahwa ada keterkaitan antara keasikan dalam berhubungan dengan kesopanan (ini bukan berdasarkan penelitian ilmiah ja...

Mimpi yang Tertahan

Apa yang diri ini inginkan, apa yang orang harapkan, cita-cita, impian, semua saling silang. aku hanya ingin menarik busur, menancapkannya pada titik yang aku mau. biar angin yang membelokkan arahnya. bukan serta merta dihempaskan tangannya, disimpan anak panahnya. aku hanya ingin kembangkan layar, mendayung menantang badai, menyongsong lautan. biar riak air yang mengarahkan suka-suka. bukan ditahan sauh disanggang, ditendang terbalik di buritan. jangankan benderang, nyala pun segan. apa memang niatnya begini? membunuh orang? jauh dari lahir, bibitnya dibuang. sekarang kosong, tetap disalahkan. kasihan. 11-11-2017

Idealis VS Realis?

Saya berpikir, waktu dimana idealisme muncul kebanyakan adalah saat menjadi mahasiswa. Pemikiran seperti pelestarian alam, perlindungan satwa, perlawanan terhadap korupsi, dan hal positif lainnya, timbul dan kita tuntut pada dunia (mungkin yang kita janjikan pada diri sendiri juga). Tapi saat memasuki dunia kerja, semua orang berlomba-lomba memasuki perusahaan besar. tidak peduli apakah perusahaan itu dijalankan oleh uang kotor, ataukah digunakan sebagai taktik politik. siapa yang peduli? saat mahasiswa, mungkin kita pernah membuat artikel yang menggugah kesadaran akan keadaan dunia. kita ikut berjuang dalam demo, dengan karya tulis atau penelitian. saat lulus? terlempar ke dunia nyata? kita ikut terseret mengikuti orang-orang. kita bangga saat menduduki posisi atas, tapi hanya bisa diam melihat betapa kotor singgasana yang kita duduki. kita tidak bergerak melihat penyuapan di hadapan mata. kalau kita bergerak, boro-boro berhasil, yang ada mungkin kita dipenjara karena pencemaran...