Hilang
Demi hujan yang bermain di telapak kaki.
Menusuk titik-titik, menghilang di balik tanah.
Demi langit tertutup kabut, aku hilang.
Mencari petunjuk dari lika liku misterius pada labirin.
Terbuka, namun membingungkan.
Demi udara yang mengalir datang pergi menggoda.
Tak habis bertanya, kenapa tak jua kau bawa pelik ini.
Bahwa terasa makin menekan sesak di dada.
Aku peluru yang menembus halang,
namun terhenti tertancap pada rotan.
Tak lagi.
Dengan dayaku aku berhenti.
19 Desember 2015 00:41
Saat aku tidak mampu
Memilih
Menusuk titik-titik, menghilang di balik tanah.
Demi langit tertutup kabut, aku hilang.
Mencari petunjuk dari lika liku misterius pada labirin.
Terbuka, namun membingungkan.
Demi udara yang mengalir datang pergi menggoda.
Tak habis bertanya, kenapa tak jua kau bawa pelik ini.
Bahwa terasa makin menekan sesak di dada.
Aku peluru yang menembus halang,
namun terhenti tertancap pada rotan.
Tak lagi.
Dengan dayaku aku berhenti.
19 Desember 2015 00:41
Saat aku tidak mampu
Memilih
Komentar
Posting Komentar