Sesal dan Ironi
Tidak mengerti
Apa yang dimaksud dengan pikiran, hati, perasaan
Hal tersebut menjadi gangguan perlintasan waktu
Sayangnya, menjadi kebahagiaan
Saat hati tidak berkompromi
dan pikiran tidak menjadi alasan diam
Perasaan memenuhi benak, meronta dalam dada
entah apa namanya
apakah perasaan itu?
Bahagia, kecewa, marah, menyesal
inilah yang membuat perasaan menyebalkan
bila saatnya lebih merepotkan
dari pikiran sekelumit menjejal, mendesak
jauh mengganggu
Aku tak dapat bergerak
Aku tak ingin bergerak
Aku membeku dalam hangatnya malam
dan sejuknya pagi
Saat awan menyibak bintang gemintang
Aku terpaku di sini
Tidak mengerti
Apa yang harus kulakukan
Aku merasa...
Tidak ingin mengetahuinya
Saat hangatnya tubuh ini bersama, bersinggungan
Sentuhan takdir dan alam menyatu
Detak jantung ini memacu
Tanpa ampun memecah dinding kaca itu
Aku masih terpaku menghadapinya
Tidak mengerti
Jelas-jelas kulihat, jarum jam masih berputar
berdetak dengan teratur
Berbeda dengan gemuruh dalam hati
Tidak mengerti
Lalu apa yang buat ku diam?
Rasa ini ingin berbohong, sungguh ingin berbohong
tapi ingatan,
apa yang telah terjadi
memaksanya merasa salah, merasa kotor
Bintang di atas menyala
tiba-tiba
terlihat menyilaukan, memaksa
menunjukkan ukiran sejarah yang telah lewat
memaksaku mengingat
tali-tali yang tak bisa musnah
entah telah kupotong, ku bakar, ku buang jauh,
atau bayanganku saja
kenyataannya...
Aku tidak melakukannya
Tidak Mengerti
Basuhan air mengalir
membilas tubuh
Tapi tidak membawa serta
perasaanku
Lagi-lagi inilah merepotkannya
Saat cahaya bintang itu berkelebat
membuatku tersedak
memaksa mengingat
jantung ini memacu lagi
entah apa artinya
mungkin...
aku tak ingin mengetahuinya
tak ingin mengetahuinya
2013
Langkah pertama,
aku menghancurkan diri
Apa yang dimaksud dengan pikiran, hati, perasaan
Hal tersebut menjadi gangguan perlintasan waktu
Sayangnya, menjadi kebahagiaan
Saat hati tidak berkompromi
dan pikiran tidak menjadi alasan diam
Perasaan memenuhi benak, meronta dalam dada
entah apa namanya
apakah perasaan itu?
Bahagia, kecewa, marah, menyesal
inilah yang membuat perasaan menyebalkan
bila saatnya lebih merepotkan
dari pikiran sekelumit menjejal, mendesak
jauh mengganggu
Aku tak dapat bergerak
Aku tak ingin bergerak
Aku membeku dalam hangatnya malam
dan sejuknya pagi
Saat awan menyibak bintang gemintang
Aku terpaku di sini
Tidak mengerti
Apa yang harus kulakukan
Aku merasa...
Tidak ingin mengetahuinya
Saat hangatnya tubuh ini bersama, bersinggungan
Sentuhan takdir dan alam menyatu
Detak jantung ini memacu
Tanpa ampun memecah dinding kaca itu
Aku masih terpaku menghadapinya
Tidak mengerti
Jelas-jelas kulihat, jarum jam masih berputar
berdetak dengan teratur
Berbeda dengan gemuruh dalam hati
Tidak mengerti
Lalu apa yang buat ku diam?
Rasa ini ingin berbohong, sungguh ingin berbohong
tapi ingatan,
apa yang telah terjadi
memaksanya merasa salah, merasa kotor
Bintang di atas menyala
tiba-tiba
terlihat menyilaukan, memaksa
menunjukkan ukiran sejarah yang telah lewat
memaksaku mengingat
tali-tali yang tak bisa musnah
entah telah kupotong, ku bakar, ku buang jauh,
atau bayanganku saja
kenyataannya...
Aku tidak melakukannya
Tidak Mengerti
Basuhan air mengalir
membilas tubuh
Tapi tidak membawa serta
perasaanku
Lagi-lagi inilah merepotkannya
Saat cahaya bintang itu berkelebat
membuatku tersedak
memaksa mengingat
jantung ini memacu lagi
entah apa artinya
mungkin...
aku tak ingin mengetahuinya
tak ingin mengetahuinya
2013
Langkah pertama,
aku menghancurkan diri
Komentar
Posting Komentar