Baik, Benar, atau Islam?

Pagi ini tiba-tiba saya teringat percakapan dengan teman saya. malam itu kami mengobrol seputar hal mengenai agama. tidak ada yang terlalu istimewa, diskusi berjalan menarik, hanya saja saya sampai di suatu topik yang cukup membuat saya terpelatuque

waktu itu saya mengeluarkan pernyataan,
"aku lebih senang dengan teman-teman yang menjalankan perintah agamanya dengan baik. seperti yang muslim sholat dengan baik, yang kristen rajin ke gereja, yang hindu ke pura, dsb"

teman saya menjawab begini,
"kalo aku lebih suka dia yang sama-sama islam, meskipun ga sholat atau ngelakuin hal jelek gimana, yang penting islam"

uh-oh

kawan-kawan inilah fungsi diskusi, sebelumnya jujur saya tidak tahu jika ada yang bisa berpendapat seperti ini. di lain waktu saat membaca komen post-post yang viral, ternyata saya menemukan pendapat yang serupa.

"meskipun dia koruptor, dia lebih baik, dia islam!" (ini benar-benar ada yang komen kayak gini)

ah saya pikir, inilah mungkin yang membuat banyak orang merasa aman melakukan hal buruk kali ya. karena ada tameng agama. padahal jelas-jelas agama manapun mengajarkan kebaikan.

di islam sendiri padahal ada satu pintu neraka yang khusus buat umat islam (sebatas pengetahuan saya) iya umat islam yang melakukan maksiat. ada lagi pintu buat orang munafik. di ajaran agama islam sendiri begitu loh. kok bisa masih ada yang merasa tenang?

baik, ini hanya opini.

menurut saya, jika ada yang lebih suka berteman dengan yang satu agama saja (agama manapun), itu pilihan, itu sangat baik, dengan alasan mungkin apabila teman dekatnya satu agama bisa menguatkan ibadah, menguatkan iman, dsb.

tapi bukan sedangkal hanya karena dia satu agama, bisa-bisa justru menjerumuskan, hal ini yang membuat banyak orang merasa aman, menyuburkan korupsi, menciptakan jalan pintas, melahirkan kaum sumbu pendek yang gampang terpancing karena "agama".

yah, yang punya pikiran seperti itu, bisa coba open mind, diubah mindsetnya nggak?

satu post ini hanya tentang mindset itu, bukan hal lain yang tampak bersangkutpaut tapi sebenernya nggak. apabila ada yang salah mohon dimaafkan, hal tsb murni karena kurangnya ilmu. salam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Psikologis Sherlock Holmes

Aku adalah Alam

Curahan Hati #2