Curahan Hati #2
Hai
Sebenernya kurang tahu ini termasuk curhat atau nggak ya. Tapi berhubung emosinya sedih kalau dipikirin, jadi yaudah, dianggep curhat aja. Haha
Kamu pernah kepikiran bikin bisnis nggak?
Kayaknya jaman sekarang, setiap orang hampir pasti punya pikiran untuk berbisnis. Meskipun masih ada sebagian yang cita-citanya jadi pegawai kantoran, sih.
Aku sendiri, pertama kali mencoba membuat usaha, kelas 3 SD kalau nggak salah. Waktu itu, jualan jelly, nutrijell itu. Pastinya aku nggak bisa bikin nutrijell sendiri karena masih kecil belum ngerti pake kompor. Jadi caranya aku minta tolong dibikinin, dicetakin, dibeliin plastiknya, dan lain-lain. Aku jual waktu itu 3 cetakan (sebesar es batu) Rp.500,-. Kubawa ke kelas, dan kujual setiap jam istirahat. Waktu itu laris juga loh. Hampir setiap hari ludes.
Kenapa berenti? Karena dimarahin orang tua. Katanya anak sekolah fokus aja belajar. Belum lagi, aku inget banget, karena aku belum ngerti konsep untung rugi. Rp.500,- per 3 butir, memangnya berapa keuntungannya kalau dijual segitu? Aku nggak tau. Waktu itu sempat nyoba ngitung juga, biaya nutrijellnya, plastiknya, susunya, dan menyerah pas harus ngitung biaya gas dan kulkasnya.
Aku pernah nyoba beberapa kali mau jualan sesuatu, tapi nggak ada yang lanjut. Rata-rata karena nggak didukung - karena aku harus belajar dan nggak seharusnya sambil jualan. Sampai aku kuliah, akhirnya aku nyoba jualan lagi. Kali ini karena merantau, orang tua nggak bisa monitor penuh dan aku bisa jualan. Jualan apa? Jualan pulsa waktu itu. Aku yang cari sendiri gimana caranya dan alhamdulillah jalan. Modalnya pake duit jajan pastinya (tapi aku nggak pernah ya minta uang tambahan, jadi memang hasil tabungan)
Pada awalnya lancar aja, apalagi waktu semua anak-anak angkatanku tau aku jualan pulsa. Mereka sering beli ke aku. Sampai suatu ketika, ada seseorang yang minta beliin pulsa banyak banget. Pertamanya 50 ribu, lalu minta tolong isiin lagi 50 ribu. Karena waktu itu metodeku adalah "ngutang dulu, bayar nanti", ya aku biasa aja ngisiinnya.
Aku baru sadar setelah keluar uang sampai 500ribu (sampai saldo pulsaku udah habis), ternyata itu penipuan. Iya, penipuan yang "mama minta pulsa" itu. Bedanya, yang minta bukan 'mama', melainkan orang yang mengaku sebagai temenku. Dia tau namaku dan tau nama temen-temenku yang lain, tau kami kuliah di mana, dsb. Dulu aku nggak nyangka hal tersebut bisa dilakukan (maksudku, memangnya itu orang tau darimana kann??). Jadi, yaudah, hilang begitu aja uangnya.
Setelah kejadian itu, karena aku nggak punya uang lagi, nggak bisa lanjut. Diperparah dengan, aku nggak tega meminta dengan tegas orang-orang yang sebelumnya punya utang beli pulsa sama aku. Beberapa kali minta, dan mereka selalu bilang belum megang uang, yah yaudah lah. Dan "bisnis" yang kujalanin akhirnya berenti lagi begitu aja.
Itu udah beberapa tahun yang lalu. Sekarang, apa aku masih mau berbisnis? Ya mau aja sebenernya.
Tapi sekarang kondisinya udah berubah, aku udah dewasa, bisnisnya pasti harus lebih serius. Aku mencoba mengambil pelajaran dari apa-apa yang udah pernah kulalui. Dari pengalaman, aku tau bahwa bisnis butuh kemampuan untuk menghintung laba rugi, butuh kemampuan juga untuk bisa jualan - dan menagih. Kemudian karena aku punya latar belakang psikologi, aku paham kalau misalnya dalam bisnis perlu mengelola SDM, juga butuh kemampuan leadership, manajemen, dsb.
Akhirnya aku coba rumuskan skill-skill penting apa aja yang dibutuhkan untuk memulai usaha. Kurumuskan 3 skill penting itu adalah : Marketing, HR dan Finance.
Tentunya itu cuma teori, tapi saat itu aku cukup yakin bahwa orang dengan ketiga kemampuan pokok tersebut pasti berhasil jika menjalankan perusahaan. Atau setidaknya, kalau memang sulit untuk satu orang menguasai ketiganya, ya berarti 3 orang dengan masing-masing menguasai kemampuan tersebut.
Ketika aku mendapatkan suatu momen, dimana aku merasa menganggur dan bisa memulai sesuatu yang baru, terpikirlah untuk memulai lagi suatu "usaha". Dengan sedikit analisis mengenai kondisiku sendiri, aku menyimpulkan beberapa hal , yaitu :
- Aku nggak punya modal, jadi harus cari usaha yang sedikit/tanpa modal
- Zaman udah serba online, jadi mungkin cari yang online aja dulu
- Kemampuan marketing dan financeku masih rendah, jadi mungkin cari partner yang bisa melengkapi di kemampuan tersebut.
- Komitmen. Memulai dan menjalankan sesuatu butuh dedikasi. Dan di sini, orang-orang kunci punya peran penting. Kalau memang kerjanya secara tim, nggak bisa cuma satu orang aja yang komit sementara yang lain nggak.
- Inisiatif. Organisasi, apalagi yang baru dibangun, butuh diisi dengan banyak ide. Butuh diisi dengan gagasan-gagasan yang selalu diperbarui. Artinya nggak cukup kalau orang-orang di organisasi itu hanya bergerak kalau dipancing aja. Terutama orang-orang kuncinya, mereka harus bisa "lompat" sendiri.
- Kesiapan. Di sini maksudnya adalah kesiapan untuk all in one. Siap untuk kerja apapun di luar kerjaannya. Siap untuk back up. Siap untuk tampil. Siap untuk ambil alih. Orang yang memang mau memulai usaha, harus keluar dari tipe kerja yang "hanya mengerjakan job descriptionnya"
Komentar
Posting Komentar