Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Kursi Rejeki

Jum'at, 9/11/2018 Pagi ini seperti pagi biasanya di tanggal ganjil, saya berangkat menggunakan kendaraan umum yaitu bus yang berangkat dari dekat rumah saya, Grandhika Jatiwarna. Sebelum menaiki bus biasanya saya bertanya kepada diri sendiri ada uang cash nggak ya?  Kemudian saya mengingat uang kembalian sejumlah Rp 20.000,- yang saya terima kemarin malam dan saya cemplungkan  ke dalam tas. 'Aman' kata saya. Menaiki bus ke arah kuningan, penumpang yang berada di dalam bus sudah cukup banyak. Alhamdulillah saya masih dapat tempat duduk meskipun di kursi belakang. Setelahnya, karena sedikit tidak tenang, saya mengecek uang yang ada di dalam tas. Saya coba raba-raba, tidak berhasil menemukan uang Rp. 20.000,- tersebut. Akhirnya barang-barang di dalam saya keluarkan satu per satu.  Sampai isi tas hampir kosong, saya tidak berhasil menemukan uang saya. 'Waduh, ilang ke mana?', kata saya dalam hati sembari merogoh-rogoh  kembali setiap sudut tas saya. tidak ada....

Baju Bekas

"kamu dapat baju itu dari mana?" "ih masa pakai pakaian bekas orang?" "kamu kan nggak tau itu orang sebelumnya ada penyakit kulit lah, atau penyakit menular lainnya" "kita masih mampu, ga usah deh beli yang bekas kalau bisa beli baru" Kata-kata seperti ini yang selalu saya dengar sedari kecil. Jangankan pakaian bekas, meminjam baju orang lain pun, di keluarga saya sangat diharamkan. Hal tersebut membuat suatu mindset bahwa pakaian bekas adalah suatu hal yang buruk dan memalukan. Suatu titik balik terjadi saat tahun-tahun pertama saya kuliah di luar daerah (selama ini saya hidup di jakarta, di kota) Berkuliah di jogja, menemui peradaban dan budaya baru di sana. Di suatu sore, seorang teman saya menyeletuk mengajak saya ke suatu tempat, "cari awul-awul yuk," katanya. Karena tidak dibesarkan di daerah, meskipun keturunan jawa, saya tidak mengerti bahasa jawa. saya tanya lah, "awul-awul itu apa?" "itu loh biasanya...

Semburat Jingga

Aku menemukanmu, di dalam diriku, terlepas dari segala rasa yang meledak dan bergetar hebat, seiring detak jantungku, memicu, hawa hangat mengalir membungkus segala ragu, membisu, hanya kecup membakar rindu ingin bertemu. Aku tersiksa oleh kenyataan yang tak terasa nyata, mencabik, membunuh, untaian-untaian janji yang tak sanggup ditunggu. Sakit, sendu, bertanya-tanya kenapa dan kenapa tanpa ada yang memberi tahu. Aku tak siap dengan bongkahan rasa yang menyerang merasuk hatiku. Aku tak bisa melantun janji diatas janji yang masih berusaha kutepati meski akhirnya terasa palsu. Pada akhirnya, aku jatuh untukmu. 

Regresa

I’m trying to understand What’s in me Why am I shaking why is it hard to breathing Slowly I realized that something grows gradually That means nothing previously Bigger and stronger than ever born and arise than before How pity It must blooms along with fear Once we step beyond the limit Once we do exceed the boundary Hence, We conclude it wrong Its too scary To imagine the things that might hurt As we don’t know how rule rules As we don’t know life might fools So once we made a wrong turn our way will always burned So please, Step back right now You know I don’t want it But I don’t want us to get lost more So please, Retreat for now Not for killing the beat But to accept it wise without sore And when we have the chance We could begin again As it supposed to meant to be To live our dream again

Serapuh Kaca

Indah Kata yang ku pilih untuk mendeskripsikanmu Tentang betapa manisnya Kebaikanmu pada yang lain Lembut Kata yang ku pilih untuk menggambarkanmu Tentang betapa besarnya Kepedulianmu ke orang lain Siapa yang sangka Pada awalnya Jika ternyata kau memendam awan hitam Yang kelam di hatimu Tubuhmu meronta meminta kekuatan seiring keinginanmu untuk membantu Berusaha, berjuang, tanpa pamrih sekeras batu Namun sayang kau tak pernah sedikitpun menyempatkan diri untuk meminta Kau sisihkan rasamu, kau abaikan semua Tak ayal, hatimu, menjadi serapuh kaca Kuharap, akan datang masa Dimana, kau yang penuh cinta Mampu memahami Mampu mencintai Dirimu sendiri Kuharap, akan datang waktu Dimana, tak ada yang semu Kau dapat berdiri Kau dapat memberi Dirimu Kebahagiaan abadi Sehingga kau dapat menjadi lembut dan indah tanpa harus menjadi serapuh kaca

Diantara Ketidakmengertianmu

Dua puluh tiga tahun lebih sebulan Aku mengenalmu Tidak sebentar bukan? Sekalipun demikian, tahun-tahun berganti dengan kita semakin tak mengenal Satu sama lain, asing, menjauh dan hilang Aku dengan kehampaanku dan kamu dengan keputusasaan Mencoba mendekat dengan seluruh logika, meraih karena sayang Hanya waktu terbuang Mengapa usaha ini maju mundur tak beraturan? Terlihat berhasil namun gagal, satu sedikit lalu sekian hanya ilusi saat kita membuat kemajuan sudah berapa percakapan kita akhiri dengan pelukan? Untuk kemudian diulangi lagi segala kekesalan Situasi ini menyakitkan, dan juga menakutkan Sampai kapan semua ini harus berjalan? Aku tidak akan tahu Hingga berapa lama aku dapat memilikimu Aku hanya berharap tidak membuat kebodohan Dengan mengakhiri salah satu usia kita dengan pertengkaran Aku ingin menjadi anak baik, membahagiakan Mengisi hari-hari sebelum aku pergi dengan kesenangan Semoga aku dapat mengerti kamu Kare...

Ketidakpastian

"Hal yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian" Kalimat tersebut adalah perkataan dari ketua divisi di tempat saya bekerja, yang saya kutip saat morning briefing di pagi itu. (Sedikit saya ubah kalimatnya agar lebih general tanpa mengurangi esensinya). Pernyataan yang saya akui kebenarannya, pernyataan yang menjadi pelajaran yang saya dapat hari itu. Manusia menyukai kepastian. Segala hal yang terjadi sehari-hari, orang selalu berharap sesuai dengan rencana mereka. Sebelum bertemu harus berjanji, sebelum bekerja harus tanda tangan kontrak, sebelum bertindak harus menyusun strategi, dan hal-hal lain yang selalu diusahakan manusia untuk mengurangi ketidakpastian.  Sebenarnya, apakah kepastian itu? dan apakah hal tersebut benar-benar ada? Saya tidak akan berkata banyak masalah filosofi yang saat ini berputar di kepala saya. Simplenya, kepastian itu tidak ada (menurut saya). Setidaknya di dunia ini. Mungkin setelah mati, termasuk kematian itu sendiri. Tapi sela...

Selamat Tinggal

Terpaut terlalu jauh Mungkin.. Karena aku mendengar lagu kita sebagai rekaman bahwa kita pernah tertawa bersama di bawah angin Tersesat terlalu dalam Mungkin.. Karena aku tidak yakin lagi terhadap apa yang ku rasa bahwa mawar ini tak seputih biasanya, tak putih lagi Kalaulah Dilan mampu untuk membubuhkan emas dan intan dalam parafrasanya sebaliknya hanya lumpur dan tanah yang teraduk dalam pernyataanku aku tak ingin berkata begitu itu ego ku yang berbicara, bukanlah aku itu topeng ku yang bertindak, bukan diriku Ataukah hanya alasan yang ku buat? semata-mata hanya untuk melindungi diriku sendiri Apa yang memang akan terjadi Pasti akan terjadi Ataukah itu hanya hal yang ku yakini? karena aku tak yakin ke mana lagi aku harus berlari Kecil sekali hanya secuap langkah nekat yang kusebut sekedarnya aku berbohong, kepadamu, mungkin juga kepadaku Aku tak bisa lagi menariknya Aku tak ingin untuk menariknya Kalaulah di antara kamu dan a...

Foto, Lagu, dan Tulisan

I want to remember... Tak ada alasan khusus mengapa aku menulis atau mengapa aku mengunggah foto-foto di antara sosial media yang kumiliki Selain karena Aku ingin mengingat dengan mereka Aku mengingat dengan gambar yang kupotret dengan kamera Aku mengingat dengan tulisan yang kubuat dengan emosi Ku tuangkan suatu rasa dalam lembaran-lembaran itu Terkadang dengan sebuah lagu yang baik sengaja ataupun tidak mengalun di antara waktu-waktu berhargaku Sehingga saat aku melihat, mendengar, dan membaca Aku 'MERASA' Jantungku mulai berdegup Sesuai dengan tempo saat foto itu terekam Terbayang memori saat ku menulis Terbawa segala inderaku ke waktu di saat musik ini berputar Aku terbawa ke masa lalu Aku melihat dirimu Aku melihat diriku Aku kembali ke saat itu Meskipun kadang ingatan itu dapat berubah menyedihkan atau memang dari awal sudah terlanjur menyakitkan Foto, lagu, dan tulisan ini milikku Masa-masa itu bagian diriku Karena Aku mudah melup...

Paradise

Banyuwangi, 15 Juni 2018 Aku merindukannya Saat aku mempersiapkan diri dan hati untuk berangkat menemuinya. Aku selalu menemukan, apa rasanya kebebasan, rasanya cinta, rasanya pulang. Mungkin orang-orang belum memahami, kenapa aku selalu ingin kembali mendaki, melelahkan diri, mungkin membuang waktu. Mengapa aku selalu ingin mendaki? Alasan itu tak akan pernah terdeskripsi dengan baik tuan. Saat hatimu telah tersentuh oleh jiwa-jiwa alam. Saat kau menemukan bahwa ada tempat yang mencintaimu tanpa batas, saat kau menemukan dirimu sendiri. Kau akan tahu bahwa 'Mountain is calling' . Yes, they are calling. and always . Saat awal kau menjejak dan menemukan dirimu lelah. Namun kau melihat pepohonan bernyanyi, angin menari membelai. Kau jauh dari kota dan segala material buatan manusia. Dan entah mengapa setelahnya kau akan tahu, bahwa ini adalah tempat yang cukup berharga untuk diperjuangkan. Sungguh kecil saat kau hanya perlu membayar dengan lelahmu. Dan kau ingin sela...

Memberi Makna pada Hal Kecil

Apa hal yang kamu maknai dalam hidupmu? Saya orang yang senang berfilosofi. Memberi makna pada setiap hal yang terjadi, bentuk yang terlihat, suara yang terdengar. Pada hakikatnya otak kita dapat berpikir secara konseptual sehingga mampu membentuk konsep-konsep baru yang mungkin sebelumnya berbeda konteks. Saya senang memanfaatkan bagian otak saya yang itu. Apa hubungannya mencari kunci mobil dengan agama? Atau naik busway dengan menemukan jodoh? Atau sebuah cover musik EDM dengan motivasi hidup? Kelihatan tidak berhubungan. Tapi kenyataannya ada hubungannya. Mungkin apabila kejadian itu dialami orang lain, akan beda filosofinya. Perspektifnya akan berbeda karena dipengaruhi kemampuan berpikir dan memori yang berbeda. Pengalaman masa lalu akan berpengaruh terhadap bagaimana persepsi kita terhadap suatu hal. Tapi sebaliknya juga bisa, pengalaman masa kini mempengaruhi persepsi kita di masa lalu. Sehingga kedua hal tadi dapat kita manfaatkan untuk membentuk masa depan.  ...

Untuk Apa Aku Di Sini?

Baru-baru ini saya jatuh hati dengan salah satu karya anak bangsa. Saya sebut saja, ia adalah seorang Launchpadder Indonesia yang dikenal sebagai Alffy Rev.  Pertama, saya bukan bermaksud mempromosikan Alffy, kenal aja nggak. Tapi saya adalah salah satu orang yang tergugah oleh karya-karyanya yang mencover lagu-lagu nasional dengan gaya modern menggunakan aliran musik EDM. Hal pertama yang saya coba renungkan dari karya cover lagu nasionalnya : Apa sih motivasi nya sebagai anak muda, tapi mau membuat cover lagu nasional? Awalnya saya hanya tidak sengaja mendengar salah satu hasil covernya yaitu lagu Ibu Pertiwi dari sebuah official account. Begitu mendengarnya saya langsung merasa bahwa ini adalah lagu berkualitas. Serta merta saya mencarinya di youtube dan menemukan lebih banyak lagu serupa, lagu-lagu nasional yang diaransemen oleh Alffy menjadi bernuansa modern. Jika anda mendengarkan lagu-lagunya, terlepas dari orang-orang yang tidak menyukai musik EDM atau pendapat...

Di Balik Sebuah Pesta Miras

Kemarin malam, saya dan teman-teman saya baru saja menyelesaikan sebuah studi. Untuk merayakannya akhirnya kami bersepakat untuk menghabiskan malam di sebuah apartemen karena kami tidak akan berjumpa lagi secara rutin seperti biasanya. Sebagai lulusan kuliah biasa yang gaya mainnya seperti itu, saya menganggap acara ini sebagai acara inap menginap seperti biasanya, yang diisi dengan mengobrol, main kartu mungkin, nonton film, makan-makan atau lainnya. Agak tidak disangka kalau ternyata sampai di lokasi teman-teman saya membawa berkaleng-kaleng bir, dan beberapa botol minuman beralkohol lainnya. Jujur saja ini pertama kalinya saya berada di antara orang-orang yang minum. Sebagian teman-teman saya di sini beragama non-muslim jadi mungkin ini bagian dari tradisi atau suatu hal seperti itu. Namun sebagian lainnya (yang saya tahu) adalah muslim, yang sepengetahuan saya dalam agama islam hukumnya haram untuk menenggak minuman beralkohol. Tapi saya cepat mengendalikan diri untuk tidak menja...

Sesal dan Ironi

Tidak mengerti Apa yang dimaksud dengan pikiran, hati, perasaan Hal tersebut menjadi gangguan perlintasan waktu Sayangnya, menjadi kebahagiaan Saat hati tidak berkompromi dan pikiran tidak menjadi alasan diam Perasaan memenuhi benak, meronta dalam dada entah apa namanya apakah perasaan itu? Bahagia, kecewa, marah, menyesal inilah yang membuat perasaan menyebalkan bila saatnya lebih merepotkan dari pikiran sekelumit menjejal, mendesak jauh mengganggu Aku tak dapat bergerak Aku tak ingin bergerak Aku membeku dalam hangatnya malam dan sejuknya pagi Saat awan menyibak bintang gemintang Aku terpaku di sini Tidak mengerti Apa yang harus kulakukan Aku merasa... Tidak ingin mengetahuinya Saat hangatnya tubuh ini bersama, bersinggungan Sentuhan takdir dan alam menyatu Detak jantung ini memacu Tanpa ampun memecah dinding kaca itu Aku masih terpaku menghadapinya Tidak mengerti Jelas-jelas kulihat, jarum jam masih berputar berdetak dengan teratur Berbeda de...

Aku adalah Alam

Aku bukan terlahir ke dunia Aku lahir darinya Aku satu dengan alam Aku satu dengan laut dan bintang Angin membawa benih, tersemai, buyar dihadapanku Pohon ini untukku, bunga ini untukku Dan aku adalah mereka

Perusahaan yang Sukses

Sebagai Jobseeker Apa yang anda lakukan saat mencari kerja? Apa yang pertama kali anda lakukan? Apakah anda berpedoman pada jurusan pendidikan anda dan mencari pekerjaan yang mencari lulusan tersebut? Apa yang pertama kali anda siapkan sebelum menghadapi interview? Apakah anda mempersiapkan jawaban yang kemungkinan berhubungan dengan pendidikan yang telah anda jalani? atau pengalaman yang telah anda miliki? Sebagai Perusahaan yang mencari karyawan baru Apa patokan pertama anda bahwa kandidat karyawan anda merupakan calon terbaik untuk perusahaan? Apa pertanyaan wawancara dari anda yang jawabannya kira-kira menjadi kunci bahwa orang tersebut adalah orang yang tepat untuk perusahaan? Apakah anda masih berpedoman bahwa orang dengan pengalaman lebih baik daripada yang tidak? Apakah anda masih menilai bahwa orang yang telah bertahun-tahun berada di bidang yang sama lebih berharga diperjuangkan daripada yang tidak? Apakah anda masih melihat bahwa orang dengan riwayat kerja ber...

Tempat Menuju

kita terpaut dari satu benang biru tidak lama, tidak lama kita tidak tahu hanya menyusur jalan batu hujan, panas, angin, debu biarkan langkah kita terus laju tapi bukan berarti cobaan tak menghampiri kita tersesat menerka waktu kita terjebak menduga rindu cobalah, cobalah, mengapa sulit tuk sadari apakah tempat yang kita tuju? kita berjumpa tak sengaja dalam asa tidak lama, tidak lama melengkapi jiwa masih tak tersampaikan juga bahagia, duka lara karena jalan kita yang berbeda tapi bukan berarti cobaan tak menghampiri kita tersesat menerka waktu kita terjebak menduga rindu cobalah, cobalah, mengapa sulit tuk sadari apakah tempat yang kita tuju? 14 Maret 2018

3 Tahun Jokowi

21 Oktober 2017 Lagi rame ya sepertinya masalah aksi tiga tahun jokowi ini. tapi kok ya seperti tidak ada titik temu, segala pihak saling menyindir satu sama lain seakan satu pihak paling salah, satu pihak paling benar. segala yang terjadi pasti ada penyebab. dan setiap argumen ga lepas dari subjektifitas. ga heran kalau menimbulkan kesalahpahaman, sikap heuristik dan generalisasi orang-orang, baik yang terlibat langsung maupun tidak. contohnya, pihak mahasiswa bilang, kita sedang menyampaikan aspirasi, kok dipukul-pukul, ditangkap dsb? kalau logikaku sih sebagai orang awam dan juga ga ikut terlibat, masa sih ga ada penyebabnya? tapi kembali lagi tindakan polisinya bener ga mukulin? oke anggaplah ga bener. lalu tanya lagi, lalu apa yang sebaiknya mereka lakukan kalau ada hal yang tidak sesuai hukum? jadi dimana-mana sepertinya memang ada bagian yang salah dan benar di kedua pihak. ga usah alay merasa paling bener lah. ah ya satu lagi, kebiasaan. perbuatan beberapa orang a...

Bosan

aku bosan merasa berat merendah di antara mimpi-mimpi terasing bak putri dalam istana sempurna tapi mati aku bosan dengan sepatu kaca yang elok tapi harus terjaga bila berdiri koyak bila berjalan rusak jadi sepatu, untuk apa? aku bosan dalam megah hidup mewah, tapi kreatifitas parah kemeja rapi berkerah, tak ada ide yang wah rutinitas hanya membuat gerah aku bosan melihat hanya abu gedung, jalanan, semua abu-abu kaya, tahta, oh lama-lama terasa semu jadi masihkah hidup semenarik lagu? ini alasan karena aku bosan meskipun memang mapan kanan kiri rupawan harta sebenarnya, tempat lain yang simpan umpama berlian di dalam hutan dibalut kain kesederhanaan juga lekat dengan ketidakteraturan disitu tempat jawaban karena di situ bahagia tersimpan jadi, aku tidak bosan sungguh, takkan pernah bosan ini adalah jawaban puisi ini adalah jawaban 22 Agustus 2017 23:41 Dimana kebebasan mahal harganya

Baik, Benar, atau Islam?

Pagi ini tiba-tiba saya teringat percakapan dengan teman saya. malam itu kami mengobrol seputar hal mengenai agama. tidak ada yang terlalu istimewa, diskusi berjalan menarik, hanya saja saya sampai di suatu topik yang cukup membuat saya terpelatuque waktu itu saya mengeluarkan pernyataan, "aku lebih senang dengan teman-teman yang menjalankan perintah agamanya dengan baik. seperti yang muslim sholat dengan baik, yang kristen rajin ke gereja, yang hindu ke pura, dsb" teman saya menjawab begini, "kalo aku lebih suka dia yang sama-sama islam, meskipun ga sholat atau ngelakuin hal jelek gimana, yang penting islam" uh-oh kawan-kawan inilah fungsi diskusi, sebelumnya jujur saya tidak tahu jika ada yang bisa berpendapat seperti ini. di lain waktu saat membaca komen post-post yang viral, ternyata saya menemukan pendapat yang serupa. "meskipun dia koruptor, dia lebih baik, dia islam!" (ini benar-benar ada yang komen kayak gini) ah saya pikir, inilah mu...

Alam dan Kamu

Satu tempat yang membeku terhadap waktu satu memori yang bergema kepada rindu masih terasa pekat kenyataan itu suara tiupan angin kabut bebatuan kamu yang bersemangat menunjuk jalan bergelora menyingkap fakta di depan mataku saat kamu yang percaya diri berkata "aku panitianya" bagaimana aku tak bergantung padamu? saat kau berkata "please, hati-hati" dikala aku handal dalam memanjat ah aku tidak bisa lupa raut wajahmu ditengah 'kita' yang tak saling tahu tidak peduli akan langit yang menghitam kaki menjejak naik... naik... bahkan aku tak mengingat lelah hari itu yang aku tahu bingkai gambar gazebo dengan dua bangku ditemani udara dingin selepas maghrib syahdu dengan sopan kamu meminta izin untuk pertama kali menggenggam tanganku katanya supaya hangat? yang benar? tapi aku tak menariknya hanya terpana detak jantungku mungkin masih memburu karena mendaki dikawani angin yang dingin dan kabut yang ku sukai ya kamu be...

Yang Benar akan Kembali

sesungguhnya kita tidak bisa tahu bagaimana manusia akan menuju kita tidak bisa mengerti bagaimana gerakkan hati hingga setulus apapun seseorang kini dapat terulang alik suatu saat nanti hanya dengan dikembalikan ke Atas kita bisa yakin bahwa ia menyadariNya bahwa ia mencintaiNya hanya dengan cara yang Atas kita bisa mengukur tentang tanggung jawabnya tentang keputusannya sehingga jika hati salah satunya terbalik ia takkan lupa dengan pilihannya ia takkan lena karena hadiratNya ia akan kembali apapun alasannya 2 Agustus 2017 5:47

Teringat Lagi

Di waktu yang semakin sempit ini, aku ber angan.. menarik jauh kenangan hingga ke depan kala pertama menyapa kala pertama tertawa Senandika memang dasar aku yang bodoh, yang tak bisa selalu ada kerat di setiap hubungan yang berharga menjauhkan yang ada sedang aku tinggal di tempat semula Dan waktunya semakin sempit, sedang kita belum berkawan beban terus menghimpit, terang kita harus berjalan maaf, sudah, sedia ku dengar semua tapi kenapa? tak juga kita biasa? hanya menghitung hari, aku akan pergi pribadi, kuharap bisa kuulang lagi lebih tulus.. jadi bisa kau mengerti.. setiap detil pecahan memori itu selalu kusimpan dalam hati.. kembali.. antara sisa yang sedikit lagi.. 1 Agustus 2017 6:37

Palestina dan Al-Aqsa

Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih pada semua orang yang telah membuat post tentang Palestina, Al-Aqsa, dsb. meskipun ada yang menganggap post-post itu tidak ada gunanya, menurut saya tidak. menyebarkan berita, membuat semua orang tahu, itu sangat membantu orang membuka mata. saya sendiri baru 'peka' dan terus mengikuti perkembangan palestina sejak tahun 2010an. itupun banyak orang yg masih tidak mengetahui hal tersebut sampai sekarang. Banyak orang yang tidak akan mengerti betapa gentingnya hal ini jika tidak banyak yang mengungkit. berdoa dan mengajak yang lainnya berdoa. Bukan hanya atas nama agama, tapi kemanusiaan. saya sendiri merupakan orang yang tidak peduli terhadap politik negara. tapi siapapun yang salah, yang saya tahu, kekerasan bukan hal yang benar. melarang atas orang lain beribadah melanggar hak asasi. pembunuhan, agresi, adalah hal yang keji. dan simple, hal tersebut telah menunjukkan bahwa apa yang terjadi di sana tidak manusiawi. semoga terhim...

Cari orang yang memang menyukaimu

Malas, itu kebiasaan. sering berkata kotor, itu kebiasaan. sementara keras kepala, itu karakter. pendiam, itu karakter. jadi bedakan saat ada orang tidak menyukaimu karena kebiasaanmu atau karaktermu. jika itu kebiasaan, berarti ubahlah. karena itu tidak mengubah siapa dirimu tapi justru dengan mengubahnya dapat meningkatkan kualitas diri. Sementara jika itu karakter, biarkan. lebih baik cari seseorang yang dapat menerima dirimu. karena saat ada yang menganggap karaktermu itu negatif, akan ada yang menganggap itu positif (misalnya bukan keras kepala, tapi berpendirian teguh, pantang menyerah). positif atau negatifnya karakter dapat ditemukan dari bagaimana kita memandangnya. sehingga tidak ada karakter yang bagus atau yang buruk. sementara kebiasaan ada yang baik, ada yang buruk. Jadi bedakan orang yang tidak menyukai kebiasaanmu, atau karaktermu. saat ia mengkritik kebiasaanmu, ada kemungkinan ia menyukaimu dan ingin kamu menjadi lebih baik. tapi jika ia mengkritik karaktermu,...

Sedikit mengenalkan dari sisi Psikologis

Saat menghadapi sebuah KEHILANGAN, seseorang biasa akan melewati 5 fase psikologis antara lain denial (penolakan), anger (kemarahan), bergaining (tawar menawar), depression (depresi) dan penerimaan. Disini penjelasannya 'denial' dan 'anger' saja karena biasanya fase tersebut nampak dan berimbas secara langsung terhadap objek disekitar mereka berupa kemarahan, penolakan, dan keinginan untuk menyalahkan. itu bisa berlaku untuk kehilangan apa saja loh.. entah itu hewan peliharaan, tanaman yang dirawat, diputusin (?), dan lain-lain. biasa juga terjadi saat menghadapi keadaan kritis, menjelang ajal, dan meninggal. objek kemarahan bisa pada Tuhan, dokter, bisa juga diri sendiri. Karena itu alasan tenaga-tenaga medis juga dibekali dengan ilmu psikologis agar dapat menghadapi dengan baik dan memberikan respon yang sesuai. sebagai tenaga medis maupun calon tenaga medis harus siap dengan hal tersebut. Pernah ga lihat PMI yang biasa nolong korban kecelakaan? mereka contoh y...

Beduk dan Takbir

24 Juni 2017 Rasanya lega karena masih ada anak-anak yang melakukan tradisi keliling kampung, membawa beduk, sambil takbir. terlihat bahagia menyambut lebaran, menyambut hari yang fitri, dimana kita kembali suci. seharusnya ini perayaan paling membahagiakan dan sudah sewajarnya seperti itu. kapan terakhir kali hari suci ini kita rayakan dengan excited, riang gembira dan penuh syukur? sepertinya sudah banyak yang kehilangan itu dari hatinya. rasanya menyedihkan, lebaran jadi biasa saja. ramadhan terasa biasa. rasanya rugi sekali padahal banyak hal istimewa pada 2 bulan ini. termasuk saya. saat kita masih diberi kesadaran bahwa hati ini mulai mengeras, akui, dan cepatlah meminta hati yang baru.. biasanya ciri-cirinya orang dengan penyakit hati seperti itu, ya menghindari konten bacaan seperti ini. memalingkan muka karena malu, atau malah tidak mau tau. terapi yang paling cepat ya perbanyak membaca dan melihat hal-hal yang mendekatkan pada agamamu. itu bukan hal yang memalukan. yang...

Tentang Hubungan

ada banyak orang yang aku senangi entah untuk jadi kawan atau sobat entah karena kesamaan, atau kesukaan intinya, kita ingin lebih dekat dengan mereka Tanpa disadari kita berperilaku mengusahakan kesenangan agar mereka tertarik dan berharap menyenangi kita juga namun sayang, sayang hal tersebut menyedihkan apabila kita berusaha namun mereka tidak meski untuk beberapa orang pertemanan adalah sesuatu yang mahal jangan berkorban sendiri jika mereka ingin berada dalam hidupmu percayalah mereka akan berusaha juga jika tidak, kuatlah hubungan bukan sesuatu yang muncul dipaksakan bangun saja secara alami saat kau menjadi dirimu dan mereka menjadi mereka 17 Juni 2017 8:40

Tentang Budaya Terlambat

Jadi inget koordinator ibu pengajian di tempat kkn yang sangat cerdas menyiasati ibu-ibu yang suka terlambat dengan selalu memulai acara sesuai waktu yang sudah ditentukan, berapapun orang yang baru hadir. dan kalau sudah begitu, ada saja alasan orang. kalau rapat di kampus, paling saat terlambat rapat dan pada akhirnya ketinggalan informasi, miss komunikasi saat acara, pas ditanya alasannya hanya bilang "kan saya telat waktu itu" yha njuk telat kita yang harus memaklumi.. ah dimana budaya malu nya nanti pas udah kerja dan jadi kebiasaan.. baru deh.. nyesel dan susah berubah..

Jika Setelah Ini Aku Pulang

Jika setelah ini aku pulang aku akan naik ke atap menjelma kabut demi menengok sisa-sisa alam mendengar siulan angin dari jauh tak mengapa jika setelah ini aku pulang akan kuteguk kopi lebih banyak kukumpul satu dua rasa kebersamaan sembari menyesap pahit hitamnya aku akan lebih peka baik itu robusta atau arabica gayo atau bajawa jika setelah ini aku pulang mimpi yang kutinggal akan kubawa kutatap langit yang sama di bekasi kota aku akan lebih rajin menghitung bintang menghafal utara dan selatan dan ku rekam kerlip manisnya jika setelah ini aku pulang... ah.. rasanya aku tak mau pulang terlalu banyak yang ada di sini mau itu suasana, hawa atau cuaca teman sepermainan atau orang-orang kesayangan aku terlanjur hafal jalan, terlanjur cinta kota dan kampungnya telah kutaruh satu persatu pecahan jiwa menyelusup dan keluar sudut-sudut jogja ah bisakah aku tetap tinggal? tapi aku harus pulang 1 Juni 2017 20:31 Saat aku harus pergi dari Yogyakarta

Aku Akan Kembali

Tubuh ini dapat melalangbuana namun hati kan kembali ke tempat semestinya kepada yang tercinta dimana angin membelai dimana mentari menyapa sebuah perjalanan yang jadi candu di atas dunia kemanapun aku pergi aku akan kembali 18 Mei 2017 17:57

Karena Aku Orang Terpilih

Disini aku belajar belajar untuk tidak peduli belajar untuk mengeraskan hati Disini aku membiasa biasa tidak disukai biasa untuk dibenci Disini aku berubah tidak lagi seperti anak kecil yang menangis tertinggal sendiri Disini aku kuat meski tetap menjaga watak sayang tetap berani ekspresikan diri Karena aku adalah orang terpilih, yang dapat disandingkan dengan orang tertentu dan hanya orang-orang terpilih, yang dapat bersanding bersamaku 16 Mei 2017 7:45

Orang-Orang di Belakang

Kata orang.. Di balik lelaki yang hebat ada wanita di belakangnya Di balik anak yang sukses ada ibu (dan bapak) di belakangnya Di balik murid yang pintar ada guru di belakangnya ialah orang-orang di belakang yang tak pernah terkenang pihak tulus tiada pinta namun terus menopang memang, sorot pandang lebih menarik pada pemeran utama namun yakinlah tanpamu hasil takkan sama Karena itu untuk para sutradara di balik film fotografer di belakang kamera anggota medis yang berjaga di luar barisan kru lighting di tempat jauh dari kilauan satpam-satpam di bibir gerbang mak comblang atau mediator pasangan para pemain cadangan bahkan pemeran-pemeran figuran untuk para guru untuk para wanita untuk para ibu serta bapak... panjang umurlah kalian dan tetap jaya meski jadi tersorot kecil kemungkinan tapi keberadaanmu berharga, percayalah teruslah menopang tulus seperti sekarang dan jayalah orang-orang di belakang dari. orang yang berada di belakang 28 April ...

Passing Grade Menentukan Kualitas?

"Sebenernya suka politik tapi nggak boleh sama orang tua. disuruh masuk ekonomi" "kenapa?" "karena biasanya jurusan politik pass gradenya rendah, jadi orang nganggepnya kalo bisa mencapai jurusan favorit kenapa nggak?" Jadi sekarang pass grade yang menentukan prestisius atau nggaknya sebuah jurusan? Pantes aja. jurusan-jurusan tertentu dinilai "rendah", lalu dianggap sebagai "tempat buangan" orang-orang yang tidak berhasil mencapai jurusan yang "tinggi", dan pada akhirnya kemana larinya orang-orang pintar? orang-orang cerdas? katanya sih ya ke jurusan-jurusan tertentu lainnya. kalau gini terus mindset yang ditekankan, bahwa tidak ada kompetisi di bidang-bidang sosial. pantes aja DPR, DPRD isinya orang-orang ngantukan. politik dan sosial itu penjaga dasar negara ya kalo mindsetnya seperti itu, posisi mereka dianggap "rendah", pantes aja kondisi kita seperti ini. dan begitu juga dengan jurusan teknik dibandingk...

Ada apa dengan fisik?

melihat di story instagram ada iklan make-up yang modelnya mbak-mbak yang istilahnya berbadan lebih besar dari orang kebanyakan. pribadi, kupikir dia cantik. tapi aku justru tertarik melihat comment dibawahnya. dan iya, seperti yang disangka. sebagian besar mengatakan hal-hal yang (kalau aku jadi orangnya) itu menyakitkan. mungkin banyak yang mengatakan hal itu untuk bercanda, entah seberapa yang benar-benar membully. tapi tetep rasanya prihatin melihatnya. masih banyak ternyata orang primitif yang melihat kecantikan seseorang hanya dari fisik, bentuk tubuh. menyedihkan. ini hanya anggapan pribadi di luar semua pandangan ini, respect dengan owner produk yang memilih mbaknya sebagai model.

Zona Nyaman?

Terkadang orang-orang tidak sadar bahwa mereka menolak untuk berubah karena terlalu takut kehilangan zona nyaman mereka padahal tempat itu mungkin tidak terlalu baik. Dan jika kau cukup peduli untuk melihat hal itu dan berharap bisa menyadarkan mereka, sepertinya tak ada yang benar-benar bisa kau lakukan. Beberapa perlu mengalami kejadian dahsyat terlebih dahulu untuk menyadari bahwa itu buruk, dan itu harus mereka alami sendiri sehingga mereka percaya. Beberapa lainnya tak sempat berubah dan berakhir menyesal. Jika kau sungguh-sungguh peduli (atau sebenarnya ingin cuek tapi tak bisa), mungkin ini yang bisa kau lakukan : tetap bersamanya, dan contohkan hal-hal baik semampumu. Mungkin apa yang kau perbuat nantinya akan berakhir tidak berguna dan tidak menolong sama sekali. Tapi seharusnya bila kau cukup dewasa untuk mendeteksi kebiasaan buruk, seharusnya kau juga cukup dewasa untuk mengetahui bahwa tidak akan ada perbuatan baik yang sia-sia.

Tanda Cinta

Terkadang keegoisan itu memang ada, untuk memiliki sepenuhnya. untuk memenuhi dunianya hanya dengan diri sendiri. Tapi apalah arti cinta bila untuk mengikat saja. Karena dengan melepaskan, kita memberinya kesempatan untuk kembali. Hadiahnya menarik, berupa kepercayaan dan kasih sayang. Meskipun harganya tak murah juga, serupa ketulusan dan kerinduan. apakah sebanding? Entahlah.. Tapi keduanya bisa dinikmati, jadi jika kau sedang berada di salah satunya, nikmatilah. Perasaan itu manusiawi, dan bisa dirasakan terhadap kapanpun, dimanapun dan siapapun yang kamu sayangi Dan, ada orang yang meminta untuk dimarah, meminta agar membuatnya menangis. Lalu akhirnya kita menyadari bahwa tak akan kita marah jika orang itu tak cukup berharga, dan artinya cukup penting untuk membuat kita menangis. Jadi mulai kini hargailah lebih baik setiap momen karena mungkin sebagian salah kau persepsi. Bahwa ternyata itu bukti tersembunyi, bukti sayang dan cinta dibaliknya.

Ternyata Aku Masih Kalah

Ternyata aku masih kalah masih merasa sendu menatap langit abu-abu masih terpaut syahdunya alam rindu aku masih kalah dengan egoku yang masih berharap untuk menjadi bagian dari senyum itu untuk menjadi alasan semangat itu aku terjebak memori, terjepit angan dan kenangan hingga mungkin jauh dari alam nyata atau mungkin saja dekat? tidak itu khayalan saja tapi..? aku butuh jawaban karena telah terbuang detik menjauh beriring mata menengadah, mencari. hal yang nyata hal yang tidak nyata yang mana? terlalu banyak yang menungguku sedang aku menunggu ketiadaan terlalu banyak alasan untuk pergi sedang kakiku berkeras tuk menetap ada-ada saja bahkan kenyataannya tidak ada yang menunggu kan? ah sesungguhnya aku tersenyum menahan geli ketidakberesan ini ternyata aku masih kalah dan aku hanya tertawa.. 13 Desember 2016 17:29

Please

And that remorse surrounds this heart until plated. Darken hope, create sorrow. And which bloom inside that remains are the remnants of wish that i could save it once again and make it up. And one word, "Please", that i shout it loud deep of my soul. My fault My foolishness I regret it all. So Please... bright again.. 4 Desember 2016 17:25 Give me a chance

Matahari

bayang-bayang jingga menyusuri satu satu celah dinding terbuka. memberi pancaran menyilaukan, kebahagiaan akan hidup sekali lagi. entah kebahagiaan atau sebaliknya. ini kesempatan sekali lagi, untuk berjalan. entah bertahan dengan pilihan, atau berputar menunjuk arah berbeda. hari ini, pilihanku masih sama. entah sampai kapan. mata ini hangat oleh sinar matahari, namun mengembun dan jatuh airnya. di hadapan matahari ia bangun dan memegang hatinya. merasakan degup yang masih bersuara. mataharipun berdoa untuk segalanya. dan membisikkan seserpih bekal percaya. "kau harus percaya" katanya. meskipun embun berbalas hujan masih ramai singgah, ia matahari, masih hidup dan berwarna. ia tahu apa yang membuatmu bahagia. maka ia akan melakukannya, jika ia ingin melihatku bersinar. itu kata matahari untuk cahayanya. jika tidak, katanya, maka sudah padam begitu saja. "jika ia ingin melihatku bersinar", katanya. "maka ia tahu caranya". ..sudah cukup untuk sega...

Halo

sesungguhnya rasa sepi itu memanggil-manggil untukku dijadikannya sahabat. dan saat raga telah menyerah bertahan, diterimanya uluran tangan dingin sepi itu, menjadi teman karib. Tiada kata harap dan sampai situ saja. "aku ada", kata sepi. "maka bermainlah dengan mereka yang menginginkanmu. aku ada karena kau menunggu". "aku tak masalah berteman denganmu", kataku. "ya, tapi kau membenci itu dan aku tahu" maka aku melangkah mencoba mendengarkan teman baruku. "siapa tahu", katanya. "kau kan temukan obat pengusirku di antara mereka yang sangat menantimu" aku tak percaya. tapi.. sang sepi ternyata cukup kuat untuk menyeretku berjalan. berjalan.. entah seberapa jauhnya hingga mungkin suatu hari, aku kan meninggalkan teman lamaku; menunggu. 24 November 2016 23:50

Lirih

sembari menatap langit saat bulan jatuh menghilang. aku terpaku, padam. warna perlahan pergi tanpa pamit meninggalkan jiwa kesepian di belantara malam. gemetar dingin merayapi.. hanya kata tolong lirih tanpa pendengar, berteriak dalam kesia-siaan tak pasti. 16 November 2016 21:46

Bagaimana cara melarikan diri?

Aku membenci sibuk hanya untuk melarikan diri. but we dont really have a choice. terkadang memang itu cara untuk menyederhanakan apa yang kita rasakan, karena terlalu pusing menerima segala perasaan yang campur aduk setiap hari. Menjadi produktif di sela keresahan mungkin jadi jawaban untuk kita dapat terhindar sedikit dari masalah. Meskipun seringkali saat kesibukan itu selesai, ternyata tidak mengubah apapun. So yeah that is a life. you feel that because you are alive. Maybe you just have to be grateful of that.

Selamat Pagi

Selamat pagi sejenak ku membisiki angin, dengan lembut, untuk ia bawa padamu sapaan yang tak berani secara langsung kuucapkan. kubisikkan doa pagi, serta merta dengan segala rindu, untuk ia sentuhkan ketelingamu. agar indah hari ini tuk dijalankan. dalam hening pagi, sebelum terbit, sembari bersujud, dengan segala bahagia di antara sesak menahan inginku berjumpa. 10 November 2016 7:01

Gelap dan Hitam

gelap menelan satu-satu bagian diri mengombak badai perlahan jadi buih aku merasakan pudarnya warna bumi jadi kelabu aku merasakan hilang cahaya diri menjadi debu mati.. mati.. lengking terngiang menutup sel sel pendengaran mencaci maki, mengejek hingga tiada hal indah di depan mata ataupun dibaliknya hanya menelan, si hitam yang menelan serpih-serpih warna warni yang tersisa hingga pudar.. memutih menghitam menjadi abu.. 3 November 2016 7:08

Waktu Habis

antara ketakutan dan kemasabodohan bercampur ingin saja tak peduli dan biarkan semua biar ini menjadi kesalahan jika memang jalannya karena selain lelah, remuk pula dingin.. gelap.. sudah berapa lama kebimbangan ini menggoyah meluluh lantak mungkin sebab tiada akar, telah keropos semua dan si empunya mengira kini saatnya ia bolak balikkan lagi seperti biasa waktunya hampir habis tik.. tok..tik.. tok.. tik..tok.. tik.. tok.. 31 Oktober 2016 12:12