Selamat Tinggal

Terpaut terlalu jauh
Mungkin..
Karena aku mendengar lagu kita sebagai rekaman
bahwa kita pernah tertawa bersama di bawah angin

Tersesat terlalu dalam
Mungkin..
Karena aku tidak yakin lagi terhadap apa yang ku rasa
bahwa mawar ini tak seputih biasanya, tak putih lagi

Kalaulah Dilan mampu untuk membubuhkan emas dan intan dalam parafrasanya
sebaliknya hanya lumpur dan tanah yang teraduk dalam pernyataanku
aku tak ingin berkata begitu
itu ego ku yang berbicara, bukanlah aku
itu topeng ku yang bertindak, bukan diriku

Ataukah hanya alasan yang ku buat?
semata-mata hanya untuk melindungi diriku sendiri

Apa yang memang akan terjadi
Pasti akan terjadi
Ataukah itu hanya hal yang ku yakini?
karena aku tak yakin ke mana lagi aku harus berlari

Kecil sekali
hanya secuap langkah nekat yang kusebut sekedarnya
aku berbohong, kepadamu, mungkin juga kepadaku
Aku tak bisa lagi menariknya
Aku tak ingin untuk menariknya

Kalaulah di antara kamu dan aku tak ada ruang kosong
Maka waktu ini ruang itu terisi oleh dilema
Dilema bodoh yang selalu kujadikan alasan untuk bungkam
dan tak jujur

Tersesat terlalu jauh
Mungkin..
Aku selalu memilih jalan ini dan selalu menyesalinya
Tapi jika aku melihatmu yang masih punya waktu
Aku ingin menyelamatkanmu
dari seorang aku
dan lagi ku ambil jalan ini
untuk menyesatkan diri sekali lagi

Kata-kata itu adalah kebohongan
yang aku tau akan menyesalinya
tapi ini kesempatan yang ku buat untukmu menyerah
dan pergi
sebelum kamu ikut tersesat bersamaku

Selamat tinggal
Bawa kelopak bunga ini sebagai sisa kenyataan yang kusembunyikan
dan menghilanglah sebelum aku ataupun kamu
menjadi terlalu nyata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Psikologis Sherlock Holmes

Aku adalah Alam

Curahan Hati #2