Paradise
Banyuwangi, 15 Juni 2018
Aku merindukannya
Saat aku mempersiapkan diri dan hati untuk berangkat menemuinya. Aku selalu menemukan, apa rasanya kebebasan, rasanya cinta, rasanya pulang.
Mungkin orang-orang belum memahami, kenapa aku selalu ingin kembali mendaki, melelahkan diri, mungkin membuang waktu.
Mengapa aku selalu ingin mendaki?
Alasan itu tak akan pernah terdeskripsi dengan baik tuan. Saat hatimu telah tersentuh oleh jiwa-jiwa alam. Saat kau menemukan bahwa ada tempat yang mencintaimu tanpa batas, saat kau menemukan dirimu sendiri. Kau akan tahu bahwa 'Mountain is calling'. Yes, they are calling. and always.
Saat awal kau menjejak dan menemukan dirimu lelah. Namun kau melihat pepohonan bernyanyi, angin menari membelai. Kau jauh dari kota dan segala material buatan manusia. Dan entah mengapa setelahnya kau akan tahu, bahwa ini adalah tempat yang cukup berharga untuk diperjuangkan. Sungguh kecil saat kau hanya perlu membayar dengan lelahmu.
Dan kau ingin selalu kembali.
Kau berada di tengah rimba, dan entah bagaimana menggambarkannya, kau tidak merasa takut. Aku tidak pernah merasa takut. Bahkan saat aku tersesat. Aku tahu alam melindungiku. Dan ini adalah bentuk cinta dari alam, untuk mengajarkanku, untuk tetap tenang dan tetap percaya.
Gunung adalah tempat bermain. Gunung adalah tempat belajar. Gunung adalah tempat menempa diri. Hal tersebut adalah akumulasi dari segala kesulitan yang hanya bisa kau dapatkan saat mendaki : bukti cintaNya. Membuatmu belajar kehidupan, bahkan mengenali diri sendiri. Dan membuatmu bertambah dan selalu bertambah kuat. Baik tubuhmu, begitupun jiwamu.
Gunung adalah rumah
Saat kamu nyaman menjadi dirimu sendiri
Saat kamu menantang dirimu sendiri
Saat kamu tumbuh menjadi versi dirimu yang lebih baik
Dan mendaki adalah
Pulang
--------------------
ditulis, saat rindu ini sudah terasa menyakitkan.
Aku merindukannya
Saat aku mempersiapkan diri dan hati untuk berangkat menemuinya. Aku selalu menemukan, apa rasanya kebebasan, rasanya cinta, rasanya pulang.
Mungkin orang-orang belum memahami, kenapa aku selalu ingin kembali mendaki, melelahkan diri, mungkin membuang waktu.
Mengapa aku selalu ingin mendaki?
Alasan itu tak akan pernah terdeskripsi dengan baik tuan. Saat hatimu telah tersentuh oleh jiwa-jiwa alam. Saat kau menemukan bahwa ada tempat yang mencintaimu tanpa batas, saat kau menemukan dirimu sendiri. Kau akan tahu bahwa 'Mountain is calling'. Yes, they are calling. and always.
Saat awal kau menjejak dan menemukan dirimu lelah. Namun kau melihat pepohonan bernyanyi, angin menari membelai. Kau jauh dari kota dan segala material buatan manusia. Dan entah mengapa setelahnya kau akan tahu, bahwa ini adalah tempat yang cukup berharga untuk diperjuangkan. Sungguh kecil saat kau hanya perlu membayar dengan lelahmu.
Dan kau ingin selalu kembali.
Kau berada di tengah rimba, dan entah bagaimana menggambarkannya, kau tidak merasa takut. Aku tidak pernah merasa takut. Bahkan saat aku tersesat. Aku tahu alam melindungiku. Dan ini adalah bentuk cinta dari alam, untuk mengajarkanku, untuk tetap tenang dan tetap percaya.
Gunung adalah tempat bermain. Gunung adalah tempat belajar. Gunung adalah tempat menempa diri. Hal tersebut adalah akumulasi dari segala kesulitan yang hanya bisa kau dapatkan saat mendaki : bukti cintaNya. Membuatmu belajar kehidupan, bahkan mengenali diri sendiri. Dan membuatmu bertambah dan selalu bertambah kuat. Baik tubuhmu, begitupun jiwamu.
Gunung adalah rumah
Saat kamu nyaman menjadi dirimu sendiri
Saat kamu menantang dirimu sendiri
Saat kamu tumbuh menjadi versi dirimu yang lebih baik
Dan mendaki adalah
Pulang
--------------------
ditulis, saat rindu ini sudah terasa menyakitkan.
Komentar
Posting Komentar