Halo
sesungguhnya rasa sepi itu memanggil-manggil untukku dijadikannya sahabat. dan saat raga telah menyerah bertahan, diterimanya uluran tangan dingin sepi itu, menjadi teman karib. Tiada kata harap dan sampai situ saja.
"aku ada", kata sepi. "maka bermainlah dengan mereka yang menginginkanmu. aku ada karena kau menunggu".
"aku tak masalah berteman denganmu", kataku.
"ya, tapi kau membenci itu dan aku tahu"
maka aku melangkah mencoba mendengarkan teman baruku. "siapa tahu", katanya. "kau kan temukan obat pengusirku di antara mereka yang sangat menantimu"
aku tak percaya. tapi.. sang sepi ternyata cukup kuat untuk menyeretku berjalan. berjalan.. entah seberapa jauhnya hingga mungkin suatu hari, aku kan meninggalkan teman lamaku; menunggu.
24 November 2016 23:50
"aku ada", kata sepi. "maka bermainlah dengan mereka yang menginginkanmu. aku ada karena kau menunggu".
"aku tak masalah berteman denganmu", kataku.
"ya, tapi kau membenci itu dan aku tahu"
maka aku melangkah mencoba mendengarkan teman baruku. "siapa tahu", katanya. "kau kan temukan obat pengusirku di antara mereka yang sangat menantimu"
aku tak percaya. tapi.. sang sepi ternyata cukup kuat untuk menyeretku berjalan. berjalan.. entah seberapa jauhnya hingga mungkin suatu hari, aku kan meninggalkan teman lamaku; menunggu.
24 November 2016 23:50
Komentar
Posting Komentar