3 Tahun Jokowi

21 Oktober 2017

Lagi rame ya sepertinya masalah aksi tiga tahun jokowi ini. tapi kok ya seperti tidak ada titik temu, segala pihak saling menyindir satu sama lain seakan satu pihak paling salah, satu pihak paling benar.

segala yang terjadi pasti ada penyebab. dan setiap argumen ga lepas dari subjektifitas. ga heran kalau menimbulkan kesalahpahaman, sikap heuristik dan generalisasi orang-orang, baik yang terlibat langsung maupun tidak.

contohnya, pihak mahasiswa bilang, kita sedang menyampaikan aspirasi, kok dipukul-pukul, ditangkap dsb? kalau logikaku sih sebagai orang awam dan juga ga ikut terlibat, masa sih ga ada penyebabnya?

tapi kembali lagi tindakan polisinya bener ga mukulin? oke anggaplah ga bener. lalu tanya lagi, lalu apa yang sebaiknya mereka lakukan kalau ada hal yang tidak sesuai hukum?

jadi dimana-mana sepertinya memang ada bagian yang salah dan benar di kedua pihak. ga usah alay merasa paling bener lah.

ah ya satu lagi, kebiasaan.

perbuatan beberapa orang aja bukan berarti bisa digeneralisasi ke satu kelompok atau organisasi atau institusi. itu kebiasaan yang sering buat ribut sih.

kalau memang ada beberapa mahasiswa yang berbuat salah, ga langsung "oh mahasiswa memang gitu ya. mahasiswa jaman sekarang gini ya". lalu kalau polisi yang mukulin, 2 orang aparat misalnya, ga usah langsung bilang "tuh polisi jahat ya. oh gini aparat penegak hukum?" siapa tau ada yang ngelerai atau menghentikan pemukulan, rekannya mungkin?

loh mana tau? kamu kan ga di sana?

saya juga ga disana. karena itu nggak usah nambah kalimat provokatif yang bikin pihak manapun tambah marah. kritik boleh, tapi tetap positif juga ke pihak manapun.
nggak usah nambah kebencian, bikin rusak, mau itu bener atau salah kebencian udah pasti ngerusak.

argumen boleh tapi yang baik. menggunakan kata-kata kotor dan kasar cuma bikin kalian ga didenger. tahan lah. kan ngetik, bukan ngomong. bisa dihapus.

ttd
bukan siapa-siapa
#3thJokowi
#3thJokowiJk
#daruratdemokrasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Psikologis Sherlock Holmes

Aku adalah Alam

Curahan Hati #2