Seleramu kok jelek banget sih?

"kok kamu bisa suka ini sih?","kayak anak-anak banget","kuno","kayak taplak meja bajunya","kayaknya kamu butuh pengarah gaya deh","ya ampun kamu seneng yang beginian?"

Pernah denger orang mengucapkan kata-kata di atas? atau kamu sendiri yang sering mengucapkan ke orang lain?

Kadang-kadang mungkin niat kita bercanda, atau cuma sekedar ngasih masukan, dengan dalih bahwa kita peduli dengan orang tersebut. Tapi pernah nggak sih kita berpikir gimana rasanya kalau ada orang yang menjatuhkan atau merendahkan hal yang kita sukai?

Contoh, kamu ngefans sama salah satu grup band. Lalu ada orang yang bilang "Ih, mereka kan alay banget". Gimana perasaanmu?

Atau kamu suka suatu genre musik lalu ada orang bilang "kok kamu suka dengerin lagu kuno begitu sih?". Di saat kamu sangat menghargai dan mengagumi seni yang ada pada musik itu.

Gimana reaksimu?

Bisakah kamu seantusias sebelumnya dalam menceritakan hal-hal yang kamu suka ke orang yang mengomentarimu seperti itu?

***

Mungkin setiap orang akan berbeda-beda responnya. Ada yang mungkin akan santai saja, ada yang mungkin mempertahankan pendapat mereka, ada yang mungkin diam saja tapi kita nggak tau apakah mereka sakit hati atau tidak.

Yang jelas, kata-kata merendahkan seperti itu bersifat merusak dan akan lebih baik jika dihindari, meskipun hanya untuk bercanda.

Bahkan orang-orang yang kuat mentalnya pun, jika ia secara rutin mendengar kalimat-kalimat yang memberi kesan bahwa hal yang disukai itu buruk, atau hal yang dipilih itu salah bagi orang lain, lama kelamaan ia pasti akan mempertanyakan dirinya sendiri

"Iya ya? Kok aku bisa suka hal kayak gini?"

Imbasnya, lama kelamaan orang tersebut bisa menjadi goyah setiap kali hendak memilih atau menyukai sesuatu.

kepercayaan dirinya akan luntur, dan ia tidak akan yakin lagi saat membuat pilihan. Akibat terburuknya, ia bisa kehilangan dirinya sendiri.

Kenapa? Karena respon negatif dari orang-orang disekitarnya merupakan sebuah bentuk penolakan (rejection)

***

Wujud Penolakan

Kok penolakan sih? aku kan bukan menolak, aku cuma mengomentari saja!

Jangan salah. Penolakan tidak hanya berbentuk kata-kata seperti "aku tidak mau", tapi banyak sekali bentuknya. 

Perasaan ditolak, juga dapat timbul ketika seseorang merasa bagian dirinya tidak disukai atau tidak diterima orang lain. Entah itu bagian tubuh, keberadaan, bahkan termasuk selera. Perasaan ditolak menyebabkan seseorang mempertanyakan dirinya sendiri dan merasa bahwa dirinya "tidak cukup baik".

Jika terjadi secara terus menerus, perasaan ini dapat membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri dan berdampak pada tingkah laku ataupun pengambilan sikap dikesehariannya, dalam arti yang negatif atau mengganggu 

Sekarang, coba lihat sekelilingmu, adakah mungkin kenalanmu, temanmu, keluargamu, yang mereka sulit sekali mengambil keputusan. Atau setiap kali ditanya mengenai hal yang mereka sukai, mereka justru bingung, atau malah takut untuk menjawab. Selalu ada keraguan apabila kita menanyakan kejelasan pada mereka.

Adakah?

Nah apa yang membuat mereka seperti itu?

Mungkin saja karena perasaan tertolak yang mereka rasakan, terutama bila dirasakan sejak mereka kecil. Hal itu sangat mungkin mempengaruhi hingga mereka dewasa.

Menjadi seorang yang labil, tidak dapat mengambil keputusan, bahkan untuk diri mereka sendiri. Bisa jadi hal itu karena ungkapan dan komentar-komentar negatif yang dikeluarkan oleh orang disekitar.

Bahkan meskipun itu bercanda.

***

Jadi apa yang harus dilakukan?

Kamu tidak harus ikut menyukai hal yang disukai orang lain. Tapi bukan berarti kamu harus mengekspresikan ketidaksukaanmu, apalagi merendahkan.

Yang pertama, sadari bahwa tidak ada standar baku untuk baik-buruknya sesuatu. Semua tergantung situasi dan tergantung individu tertentu. Apa yang jelek buatmu belum tentu jelek untuk orang lain, dan sebaliknya.

Dengan meningkatkan kesadaran seperti itu, kamu sudah selangkah menjadi lebih bijak.

Yang kedua, jika memang dimintai komentar, ungkapkan dengan sopan, dengan bahasa sehalus mungkin, tanpa ada unsur merendahkan. Apabila perlu, jelaskan bahwa itu hanya pendapatmu secara pribadi, bukan pendapat umum. 

Contoh "kalau menurutku, kamu lebih cocok pakai baju yang lain, yang ini misalnya, ngebuat kulitmu lebih cerah. Ini kalau menurutku ya"

Jadi daripada secara langsung mengungkapkan ketidaksetujuan, akan lebih baik jika kamu mencoba menawarkan solusi lain, sehingga kamu tidak secara langsung mengutarakan ketidaksukaanmu.

Hindari kalimat "baju ini kayak lap, bikin kulit keliatan dekil. Percaya deh, tanya orang lain aja".


Kenapa seperti itu? karena mungkin sebelum menanyakan komentarmu, orang tersebut sudah mencoba mempertimbangkan berbagai hal di dalam kepalanya, dan sudah hampir yakin dengan pilihannya. Karena itu hanya butuh meyakinkan diri sedikit lagi dan bertanya kepadamu.

Kalau kamu begitu saja menjelek-jelekkan hal yang sudah ia pilih sebelumnya dari sekian banyak pilihan, sama saja kamu menjelek-jelekkan segala pertimbangan dan pemikiran yang sudah ia buat sebelumnya. Meskipun ia tidak sampaikan ke kamu.

Kalau sudah begitu, jangan heran kalau selanjut-selanjutnya ia tak ingin meminta komentarmu lagi. 

Atau sebaliknya, ia menjadi selalu butuh komentar dari orang lain dan tidak bisa membuat keputusan sendiri.

Keduanya nggak baik kan?

Oleh karena itu, ayo lebih bijak ya dalam bersikap. Karena ucapanmu, bisa sangat mempengaruhi orang lain. Ucapkan hal yang baik, sehingga kamu dapat membantu orang lain dan dirimu sendiri untuk menjadi lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Psikologis Sherlock Holmes

Aku adalah Alam

Curahan Hati #2