Cost or Investment?

Pengembangan sumber daya manusia dewasa ini dinobatkan menjadi salah satu hal terpenting dalam dunia bisnis. Bukan hanya di bisnis saja sesungguhnya, tapi dalam hidup. Mendidik dan membangun telah disadari merupakan kunci keberhasilan. Bermunculan variasi cara atau macam-macam jenis "Best Practice" tentang bagaimana melakukan People Development yang benar. 

Masalah muncul saat diketahui bahwa usaha pengembangan butuh biaya. Biaya waktu, biaya tenaga, biaya uang. Tentu saja, training dan coaching tidak bisa terjadi begitu saja bukan? Ada effort yang harus dikeluarkan. Pada akhirnya 'kepentok' masalah biaya, People Development tidak berjalan. 

Saya tidak sedang membahas perusahaan saja, tapi juga mengajak berkaca ke masing-masing individu. People development tidak hanya dilakukan perusahaan, tapi juga merupakan tanggung jawab perorangan (ya iya dong, kan yang mau berkembang kamu?). Sekarang apabila kita selalu menganggap usaha pengembangan adalah biaya maka selamanya akan seperti itu. Padahal tidak, tujuan kita mengembangkan diri seharusnya adalah INVESTASI. 

Apa sih bedanya? Dua-duanya sama-sama harus mengeluarkan uang. Tapi INVESTASI adalah saat kamu mengeluarkan uang dengan tujuan untuk mendapatkan lebih. Jadi uang tersebut adalah modal kamu untuk mendapatkan yang lebih baik. Sama seperti bagaimana orang tua memastikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya sebagai bekal mereka meraih sukses. Pendidikan dan pelatihan yang kamu lakukan saat ini seharusnya menjadi investasi yang mendukung kamu menapaki jenjang karir yang lebih tinggi. 

Jadi, biaya atau investasi? Kamu yang menentukan. Jika kamu selalu menganggap sebagai biaya, selamanya akan selalu menjadi biaya. Tapi saat kamu melihatnya sebagai investasi, maka kamu pasti mengerti bahwa gelarmu, sertifikasimu, ilmu-mu, pengalamanmu, adalah investasi yang nilainya abadi, modal yang bunganya akan selalu berlipat hingga kamu tua, mati, lalu diteruskan oleh anak-anakmu dan orang-orang di sekitarmu. Karena saat kamu berbagi ilmu dan kebaikan, bukan hanya investasi untuk kesuksesanmu di dunia tapi jika kesuksesanmu di akhirat. 

Jadi sudah berapa banyak kamu berinvestasi?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Psikologis Sherlock Holmes

Aku adalah Alam

Curahan Hati #2