Mendeteksi Perasaan Manusia
Individu diciptakan berbeda-beda. Selain dari sifat alami yang dibawa sejak lahir juga dari pengalaman yang mereka rasakan hingga dewasa. Keseluruhannya membentuk karakter manusia yang berbeda-beda, bahkan anak kembar sekalipun.
Ada orang yang mudah menyampaikan emosi yang dirasakan. Keluar begitu saja, bahkan dihadapan orang asing ataupun publik. Ada yang bahkan ke keluarga atau teman dekatpun harus 1000x berpikir ulang untuk bercerita. Alasannya bermacam-macam yang tidak akan bisa kita bahas semuanya di sini.
Jika kamu bertanya padaku, aku tipe yang mana?
Aku tipe yang kedua
Dan meskipun seringkali aku melebeli diriku sendiri 'aneh', aku yakin dalam hal ini aku tidak sendirian. Pada kenyataannya banyak situasi yang memaksa orang memendam perasaan. Bukan hal romantis ya, yang kumaksud di sini adalah permasalahan hidup. Sekali lagi, alasannya bermacam-macam.
Kalau kamu kebetulan adalah orang yang ingin membantu mereka, mungkin aku bisa bagikan saran yang kuperoleh dari perspektif pribadiku sendiri. Apalagi kalau kamu mengidentifikasi dirimu sendiri sebagai orang yang tidak peka. Semoga ini bisa membantumu
Tapi sebelumnya, terima kasih atas besarnya keinginanmu untuk membantu. Kalaupun kamu belum bisa benar-benar memahami mereka, aku yakin kalau niatmu sebaik itu sampai akhirnya mencari jawaban di internet, aku yakin mereka bisa merasakan ketulusanmu.
---
Cerita Tidak Cerita
Beberapa orang tidak cukup beruntung dalam memiliki keberanian untuk bersuara. Bisa jadi karena takut tidak dipahami. Bisa jadi takut malah dimarahi. Intinya takut bahwa pengungkapan perasaan bisa memberi efek tidak baik kedepannya.
Apa kamu tipe orang yang saat ada orang lain curhat, kamu langsung memberikan nasehat?
Mungkin kamu mau mengubah kebiasaan itu dari sekarang. Karena saat orang bercerita belum tentu mereka menginginkan nasehat.
Dan juga hal-hal lain yang sering dikira bisa membantu menenangkan orang lain, padahal bisa jadi memperburuk :
1. Memberikan saran, masukan, apalagi kritik
2. Mendorong untuk bercerita lebih jauh
3. Menemani orang tersebut
4. Berusaha menyenangkan dengan menyetujui setiap perkataannya
5. dll
Loh? Kenapa sepertinya jadi salah semua ya? Lalu apa yang sebaiknya dilakukan?
Sebenarnya bukan salah. Keseluruhan hal itu bisa dilakukan asal ada term & condition - syarat dan ketentuannya. Misalnya, memberikan saran itu boleh --> jika diminta. Menemani orang tersebut itu boleh --> jika mereka ingin.
Berarti gimana caranya mengetahui mereka minta, mereka mau, mereka ingin? Darimana kita bisa tahu?
Tanya dong..
Kalau kamu memang tidak bisa langsung mengerti apa yang mereka butuhkan, tidak apa-apa untuk bertanya. Apa yang mereka butuhkan? apa pertolongan yang bisa kita berikan?
---
Bahasa Non-Verbal
Bahasa adalah alat untuk menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain. Terkadang, bahasa tidak hanya berupa kata-kata, kebanyakan bahasa justru keluar dalam wujud non-verbal yaitu bahasa tubuh.
Tatapan mata, posisi tangan, kecepatan nafas, tangis, ekspresi, banyak sekali wujud bahasa non-verbal. Memang tidak mudah mengetahui arti dari masing-masing bahasa tersebut, tapi bukan berarti tidak mungkin memahaminya.
Seringkali apa yang diungkapkan itu justru berbeda dari kenyataannya. Mereka bilang "aku nggak papa" padahal mereka tidak baik-baik saja. Taunya dari mana? kita bisa lihat dari bahasa non-verbal mereka. Ekspresi, sikap, intonasi dan kecepatan berbicara, dsb.
Kalau kita masih tidak mengerti apa arti bahasa non-verbal itu bagaimana?
Tanya dong..
Nggak papa kok untuk menanyakan apa yang sesungguhnya terjadi. Tapi dengan catatan, kalau mereka masih tidak mau cerita, tidak usah dipaksakan. Berarti mereka memang belum siap untuk bercerita
---
Apresiasi
Bagi orang-orang tertentu, mengungkapkan perasaan, menceritakan masalah, sangat sulit dilakukan dan membutuhkan tenaga besar untuk melakukannya. Karena itu jika seseorang yang sebelumnya tidak pernah bercerita lalu tiba-tiba mereka cerita (curhat) artinya kamu adalah orang yang dipercaya oleh mereka, karenanya mereka bersedia mengeluarkan tenaga yang besar tadi, hanya untuk bercerita kepadamu.
Berikut ini hal-hal yang bisa kamu lakukan saat orang curhat :
1. Sampaikan terima kasih
Seperti yang tadi dikatakan, mereka sudah mengeluarkan banyak tenaga untuk bercerita, kepadamu. Karena itu sampaikanlah apresiasi atas usaha yang sudah mereka lakukan dan terima kasih yang tulus karena sudah mempercayaimu. Hal ini bisa mendorong mereka untuk merasa dihargai dan yakin atas kepercayaannya padamu
2. Mendengar secara aktif
Saat mereka bercerita, jangan melakukan sesuatu yang lain dan fokuslah mendengarkan. Bahkan saat video call, meskipun kamu pikir tidak akan kelihatan saat kamu membuka chat atau pekerjaanmu yang lain, kenyataannya hal itu terlihat loh.
Karena orang-orang tertentu memiliki ketakutan yang besar bahwa omongannya tidak akan didengarkan, mereka akan lebih sensitif dalam mendeteksi apakah kamu fokus atau tidak. Dan sekali mereka menyadari bahwa kamu tidak fokus, bisa jadi mereka langsung kehilangan kepercayaan kepadamu loh.
Selain fokus, sedikit anggukan dan gumaman juga baik untuk menunjukkan bahwa kamu mengerti dan kamu mendengarkan.
3. Menggali informasi sewajarnya
Orang yang tadinya sulit cerita kemudian tiba-tiba bercerita kemungkinan sebenarnya sudah menyimpan banyak hal dalam pikiran mereka. Tapi bukan berarti hal-hal dan masalah-masalah tersebut bisa dikeluarkan dengan mudah saat bercerita. Karena itu kita bisa membantu mereka untuk menggali lebih lanjut permasalahan yang mereka hadapi. Bisa dengan bertanya "apa yang terjadi", "apa yang kamu pikirkan","apa yang kamu rasakan", dsb
Tapi ingat! tetap perhatikan bahasa non-verbal. Jika ia menunjukkan tanda-tanda keraguan untuk bercerita, jangan memaksanya. Apalagi KEPO, bertanya secara bertubi-tubi, atau justru kelihatan lebih tertarik dengan masalahnya daripada dengan orangnya. Ingat ya, kamu mendengarkan masalah untuk membantu mereka merasa lega, bukan untuk menghiburmu. Jangan fokus ke masalahnya.
4. It's OK
Kadang permasalahan yang dialami juga disertai dengan emosi-emosi negatif. Bahkan seringkali karena emosi negatif tersebut orang jadi merasa bersalah. Eh jangan heran, banyak orang yang merasa bersalah karena merasa sedih, karena merasa gagal, dan akhirnya bertumpuk-tumpuk emosi negatif yang dirasakan. Tapi pada kenyataannya merasakan emosi negatif adalah hal yang wajar. Dan langkah terbaik pertama yang bisa kita lakukan untuk mengurangi perasaan negatif adalah Menerimanya
It's ok to be sad. Gapapa sedih, gapapa marah, gapapa nangis. Gapapa, itu manusiawi kok. Saat orang sudah mulai menerima perasaan mereka sendiri, akan lebih mudah untuk mengelolanya. Melarang seseorang untuk merasakan emosi negatif is a BIG NO
5. Menyatakan kamu siap sedia
Jika pada akhirnya mereka tidak berhasil menceritakan segala uneg-uneg yang mereka rasakan, tidak berarti mereka belum sepenuhnya mereka mempercayaimu. Mungkin saja mereka memang belum siap. Karena itu kamu bisa menyatakan dengan lugas bahwa kamu bersedia mendengarkan kalau orang tersebut sudah siap bercerita.
Sebagian orang malah tidak suka jika kita berinisiatif menemani mereka sepanjang waktu. Ada orang yang juga mau ditinggal sendirian, karena butuh waktu sendiri. Kamu bisa juga bertanya ke mereka apakah mereka ingin ditemani atau tidak. Jika tidak pun, jangan lupa untuk menyampaikan bahwa kamu tetap siap sedia jika mereka mencarimu.
6. Are you okay?
Ini pertanyaan favoritku karena langsung kena dalam batin. Kapanpun seseorang bertanya if I'm okay, aku langsung bertanya ke diriku sendiri "Am I Okay?", Apakah aku baik-baik saja? Dan pertanyaan itu bisa serupa keran yang dibuka dan tanpa sadar aku bercerita ke orang yang bertanya.
Pastinya nggak sembarangan orang. Kalau mereka nanya dengan nada bercanda dan terkesan main-main, tentu saja tidak berefek. Tapi kalau pertanyaan itu dihujamkan tepat saat kita merasa tidak baik-baik saja, it feels different.
Sama seperti bertanya "apa kabar?", bagi orang-orang tertentu menanyakan kabar, atau kondisi emosi saat ini, atau perasaan yang dirasakan saat ini, adalah hal yang sangat berarti. Pastinya bukan dengan mode modus, tapi menanyakan kabar yang sungguh-sungguh sambil menunjukkan kepedulian.
Jika ada orang yang sebelumnya terlihat ingin sekali cerita tapi belum siap, mungkin di suatu momen kamu bisa menanyakan kabar mereka untuk memeriksa apakah mereka sudah siap untuk bercerita atau belum. Bisa memulai dengan pertanyaan di atas.
Saat mereka bilang "No, I'm not okay", keterbukaan seperti itu bisa kamu anggap sebagai sinyal bahwa mereka sudah ingin bercerita atau setidaknya berlaku jujur padamu dengan menjadi terbuka dengan perasaan mereka. Kamu bisa lanjutkan dengan pertanyaan "mau cerita?" tanpa memaksa mereka. Jika mereka bersedia, bisa lakukan hal-hal dari poin pertama, atau jika tidak, jangan lupa tunjukkan bahwa kamu akan selalu siap sedia untuk mendengar cerita mereka
---
Pesan Untukmu
Menjadi tempat mencurahkan perasaan bukanlah tugas yang mudah. Kadang menghabiskan energi kadang bisa juga kita merasa risih. Cukup ingat bahwa kamu berniat baik dan berjuanglah, karena mungkin selain kamu, mereka nggak punya siapa-siapa lagi.
Semangat terus ya! dan terima kasih atas ketulusanmu membantu. Ingat, jangan lupa untuk merawat diri sendiri, makan dan minum yang cukup dan juga beristirahat.
Komentar
Posting Komentar