Why 'To The Bone' Sounds So Good?

Pernah denger lagu 'To The Bone' karya Pamungkas? 
Jadi latar belakang aku nulis ini adalah karena aku tertarik banget sama lagu ini. Lebih tepatnya aku tertarik sama reaksiku sendiri setelah denger lagu ini. Saat pertama kali aku denger, aku langsung mikir "wah, ini judulnya apa? aku harus denger fullnya". Dan bener aja karena aku langsung suka banget, sampai-sampai sekarang udah nggak keitung lagi udah dengerin lagu ini berapa kali.

Lalu setelah udah yakin suka, aku jadi penasaran, sebenernya apa sih yang bikin lagu ini enak? Aku berusaha nyari tuh, entah video reaction orang di youtube, atau analisis apapun tentang lagu ini, dan salah satu keyword yang kumasukkin di google adalah "Why to the bone sounds so good?" atau "Kenapa lagu to the bone bagus banget?". Dan yah, informasi yang kudapetin malah bahwa lagu ini sukses menempati lagu teratas di Top 50 Indonesia selama 10 minggu berturut-turut, dan berhasil meraih Top 50 Viral, Global, etc. Semakin membuktikan bahwa lagu ini emang beneran bagus, tapi semakin penasaran juga apa sih sebenernya yang bikin bagus. 

Ini tuh kayak kalau kita liat sebuah karya fotografi atau lukisan, kita bisa bilang "yang ini bagus" "yang ini nggak", tapi kadang kita nggak bisa ngejelasin kenapa ada yang bagus dan nggak. Entah karena komposisinya, entah karena teknik, pencahayaan, etc. Semacam itu lah kira-kira

Rupanya karena nggak ada yang pernah mengulas lagu ini, jadi sepertinya aku bakal coba mengulasnya sendiri.


Istilah-istilah musik
Aku bukan musisi ya, jadi aku sama sekali nggak ngerti istilah musik. Paling cuma chord doang. Sisanya ngga pernah bener-bener paham. Jadi langkah pertama yang aku lakukan adalah menyelami pengetahuan di bidang musik itu sendiri.

Kenapa? Karena menurutku yang bikin lagu ini bagus bukan liriknya. Ya liriknya bagus sih, bagus banget malah, tapi banyak juga lagu di luar sana yang liriknya luar biasa tapi rasanya nggak se attractive ini. Jadi suspect pertamaku adalah di musiknya. 

Akhirnya aku sedikit dapat gambaran tentang apa yang membuat lagu ini bagus. Pastinya kalau dianggap ilmu tentang musik ini seluas lautan, aku baru dapet sesendok aja. Tapi lumayan lah. Jadi siapapun yang baca ini dan mau sharing, menambah wawasan satu sama lain, boleh banget.


Struktur Lagu
Hal pertama yang menarik dari lagu ini adalah, lagu ini jauh lebih panjang dari lagu biasanya. Hampir 6 menit loh, di saat lagu-lagu biasanya 3 - 4 menit karena kalau lama-lama udah bosen. Tapi lagu ini nggak ngebosenin meskipun panjang, kenapa ya?

Jadi kalau coba ku cari di google, struktur lagu itu biasanya begini :
  • Intro
  • Verse I
  • Chorus
  • Verse II
  • Chorus
  • Bridge
  • Chorus
  • Chorus
  • Outro/Coda
Kayaknya aku nggak bisa ngejelasin ini semua karena bukan kapasitasnya, jadi silakan cari sendiri arti dan fungsi masing-masing ya, hehe.

Well, itu adalah struktur dari musik kebanyakan, tapi tidak pada "To The Bone". Dan masing-masing komponen punya kemenarikannya sendiri. Aku bakal coba ulas satu-satu berdasarkan opiniku ya

INTRO
Pembukaan dari lagu ini, termasuk yang menurutku jarang ada. Biasanya intro itu 'mencuplik' salah satu bagian dari lagu, kadang-kadang bagian chorus (reff), atau langsung chord yang sama dengan versenya. Tapi kalau di To The Bone, bisa dibilang dia nggak ngambil dari mana-mana. Dia langsung ke permainan piano freestyle yang nggak akan bisa ditemuin di bagian manapun lagi dalam lagu ini. 

Hal ini jadi kelebihan yang ngebuat lagu ini unpredictable, ngebuat pendengar pengen dengerin lagi 'apa kelanjutannya nih?'. Hayo dari awal aja lagu ini udah punya poin unik.

VERSE I
Have I ever told you
I want you to the bone
Have I ever called you
When you are all alone
And if I ever forget
To tell you how I feel
Listen to me now, babe
I want you to the bone

Masuk ke dalam verse, suaranya Pamungkas itu termasuk gila sih menurutku. Suaranya bagus banget. Bukan teknik nyanyinya menurutku sih yang jadi keunggulan (I mean you can't change my mind that there are bunch of people who have much better voice), tapi penjiwaannya. Emosinya dapet banget dari awal dia nyanyi, jadi pas suaranya pertama muncul diiringi suara piano dan drum, itu kerasa banget feelnya. 

HOOK
I want you to the bone, oh
I want you to the bone, oh

Aku sebenernya pas awal bingung mengkategorikan ini apa. Masuk ke verse? Tapi musiknya ganti. Masuk ke chorus? Tapi bukan ini melody utamanya. Akhirnya aku menyimpulkan ini adalah HOOK yang sekaligus membuatku ber 'WHAT?' ada hook di antara verse! Aku kayaknya ga pernah denger ini. Di sini aku mulai mengidentifikasi ada dobrakan pada struktur lagunya. 

And you can't change my mind that this hook literally hooked my mind. 

Kata-kata ini, fix pesona utama lagu ini, dari mulai musiknya terutama drop bass di bagian awal, lalu scaling yang cantik banget di bagian bo~ne, o~h 
bener-bener *chef's kiss*


VERSE II
Oh, maybe if you can see
What I feel through my bones
And every corner in me, oh
That's your presence that grown
Maybe I nurture it more
By saying how I feel
But I did mean it before
I want you to the bone

Masuk ke verse 2 dengan sedikit penambahan variasi di musiknya. Dan pastinya ini menambah kemenarikan dan membuat lagunya nggak ngebosenin dibandingin cuma ngulang chord yang sama persis di verse pertama, musiknya sama pula. Dan menurutku variasi yang ditambahin nggak kentang gitu loh. Variasinya itu masuk dan nambahin feel.

PRE CHORUS
I want you to

Aku telat nyadarin ini, tapi ternyata kalimat sependek ini adalah pre-chorus lagu ini. Karena dia udah menyimpang dari patternnya verse tapi belum masuk chorus. Ini unik sih karena kebanyakan pre-chorus yang aku tau seenggaknya punya satu bait sendiri, tapi ini bahkan satu kalimat aja nggak ada, tapi dia eskalasinya keren buat nganterin transisi dari verse ke chorus. 


CHORUS
Take me home, I'm fallin'
Love me long, I'm rollin'
Losing control, body and soul
Mind too for sure, I'm already yours
Walk you down, I'm all in
Hold you tight, you call
I'll take control, your body and soul
Mind too for sure, I'm already yours

Akhirnya masuk ke chorus, dimana musiknya udah pake melody yang paling repetitif di sepanjang lagu. Ini juga menurutku chorus yang unik sih, dimana judul lagunya bukan di bagian ini. Biasanya kan judul lagu ada di chorus alias reff ya, tapi nggak, judul lagunya malah di hook yang berterbangan dan ditaro di tempat-tempat yang unpredictable

Dan di sini yang ngebuat aku suka banget adalah harmoninya, entah dari musik, suara 1,2,3. Musiknya paling rame dan catchy banget. 


POST CHORUS
Would that be alright? Yeah
Hey, would that be alright?

Ini sebenernya aku ragu banget, apaan nih? post chorus pun sebenernya aku masih belum yakin karena bagian ini pun nggak diulang lagi di mana-mana. Kesel banget sih kayak "gila nih pamungkas kok bisa nempatin compose an random di lagu tapi malah bikin nambah bagus". 

HOOK
I want you to the bone, yeah
So bad I can't breathe, no
I want you to the bone

Masuk lagi ke Hook di tempat yang, pas banget ya sebenernya meskipun kurang pasaran, haha, lebih tepatnya nggak pasaran. Dari info yang kudenger, hook itu biasanya ada di dalem chorus. Tapi ini malah ada di luar chorus. Jadi titik-titik attractive lagu ini tuh ada banyak banget. Di saat lagu-lagu lain titik menariknya ada di reff, ini malah ada DIMANA-MANA. 

Satu poin plus lagi adalah, dia juga nambah variasi di hook ini, jadi nggak cuma terkesan ngulang dan lagunya tambah nggak ngebosenin.


BRIDGE
Of all the ones that begged to stay
I'm still longing for you
Of all the ones that cried their way
I'm still waiting on you
Maybe we seek for something that
We couldn't ever have
Maybe we choose the only love
We know we won't accept
Or maybe we're taking all the risks
For something that is real
'Cause maybe the greatest love of all
Is who the eyes can't see, yeah

Aku sebenernya galau antara menentukan ini verse atau bridge, karena dari chord dia lumayan mirip dengan verse, tapi rasanya ada komposisi entah ritme dan interval yang berbeda di dalamnya. Aransemen musiknya menurutku dia sangat beda ya dibanding yang lain, dia cocok jadi bridge, dan bagian ini juga seger karena beda dari bagian lain.


SOLO INSTRUMENT
*A really nice electric guitar riff*

Nggak terlalu kuperhatiin ini di awal sebenernya, apalagi kalau di radio, bagian ini sering nggak diputer. Tapi setelah liat video reaksi, baru nyadar kalau ini bagian yang keren banget, nempatin permainan solo di tengah lagu. Lagu indonesia terutama, jarang nempatin ini karena instrumen biasanya dipake buat iringan lagu aja, jadi jarang yang solo. Ini juga bagian yang menurutku oke banget dan jadi poin plus dari lagu ini


CHORUS
Take me home, I'm fallin'
Love me long, I'm rollin'
Losing control, body and soul
Mind too for sure, I'm already yours
Walk you down, I'm all in
And hold you tight, you callin'
I'll take control, your body and soul
Mind too for sure, I'm already yours

Masuk lagi ke chorus, udah pasti, karena tidak mungkin chorus hanya sekali di dalam lagu hehe.


POST CHORUS II??
ooh yeah, yeah, yeah
Oh yeah

Aku ga pernah denger sih kayaknya kalau post chorus yang diulang bisa beda dengan post chorus yang awal. Tapi ini chordnya beda, komposisi musiknya beda, dia udah ga masuk ke chorus karena musiknya udah berubah. Meskipun ada sedikittt banget kemiripan dengan post chorus yang pertama. 
Aku udah ga bisa mengkategorikan dia lagi ke mana hahaha. Siaall kenapa Pamungkas sekeren ini sih, dan aku baru denger namanya karena lagu ini.


OUTRO (AD LIB)
(Would you just take me home?)
(Would you just love me long?)
(Or should I keep hoping on?)
(Should I keep hoping on?)
(Could I just take you home?)
(Could I just love you long?)
(Or should I keep hoping on?)
(Should I keep hoping on?)

Masuk ke bagian akhir, dimana lagunya mulai sepi nggak banyak musik lagi. Dan di sini ada ad lib yang mana penyanyinya mulai "nyanyi" dengan cara yang cukup freestyle, nggak pake melodi yang tadi-tadi dipake. Ini juga bagian yang menarik sih karena ga banyak lagu yang ada giniannya. Karena ditaro di akhir dengan variasi yang nggak biasa, akhirnya lagunya memberikan kesan fresh karena ada hal yang baru lagi. 

Meskipun, sebenernya aku agak nggak yakin ini udah masuk outro karena meskipun kesan 'selesai'nya udah ada, tapi musiknya masih konsisten 'hidup'. 


HOOK
Hey, I want you to the bone, oh
I want you to the bone, oh
I want you to the bone

Dan yak, di tengah-tengah outro, ada HOOK lagi. Gimana coba nggak kepincut lagi haha. Dan di sini malah musiknya klimaks banget dan emosinya paling keluar.


OUTRO
I want you to the bone, bone, bone, bone
I want you to the bone, hey

Lalu outro beneran. Musiknya udah mulai meredup, vocalnya pun udah mulai menghilang. Lalu dia selesai bukan dengan cara fadeout tapi berhenti langsung. Sebenernya closing kayak gini juga jenius sih, karena ngebuat kesan "kehilangan" kayak, yah selesai, yang akhirnya ngebuat pendengar pengen mulai lagi dari awal. 


Komposisi Musik
Ini sebenernya masuk ke bagian yang sensitif karena aku akan mulai menggunakan istilah-istilah yang sebenernya aku masih sangat tidak pahaaamm. Tapi aku gatel buat nganalisis, jadi yah, hajar bleh.
Please please correct me if I'm wrong and you know it

INTRO
Lagu ini dimulai langsung oleh beberapa permainan alat musik yang muncul secara serentak. Beberapa lagu biasanya cuma satu alat musik aja buat awal, tapi To The Bone ini, dia begitu muncul langsung menunjukkan harmoni. 

Setidaknya ada 4 alat musik yang main di intro ini, 
- Drum, yang ngatur ritme, dan ini jadi nyawa lagunya karena nggak pernah berenti main sampai outro
- Piano, primadonanya ada di sini nih. Nggak kayak lagu biasanya dimana piano cuma buat pengiring, tapi yang ini, dengan teknik fingering yang apik, menciptakan melodi yang bisa dibilang nggak ada patternnya (freestyle) yang membuat suasana romantis, syahdunya bener-bener kerasa. Dan ini variasi yang antimainstream, sehingga ngebuat lagunya fresh banget.
- Keyboard, udah ada piano, tapi masih kedengeran semacam suara keyboard yang jadi jangkar chordnya. 
- Gitar elektrik, ini samar banget dan cuma muncul sebagai efek. Dia muncul setelah bait pertama piano dimainkan. Pas pianonya masuk ke oktav rendah, gitar masuk, sehingga memunculkan emosi yang kuat banget di musiknya.

Intinya intro ini aja udah catchy banget, feelnya udah keluar banget, harmonisasinya beda dari yang lain sehingga nggak heran bisa ngebuat telinga 'nyangkut' dari awal.


VERSE I
Setelah suara piano sejenak, lalu masuk ke bagian verse, vokalnya masuk. Suara penyanyinya keluar banget dan ada kesan musik classic yang oke banget, karena suara keyboard dan gitar elektriknya out. Di sini, cuma suara penyanyi yang diringi drum beat dan fingerstyle piano. Panggung banget buat vokal dan pianonya, rasanya aku bisa visualisasi vokalisnya nyanyi sambil main piano, di bawah temaram lampu, dengan suasana yang syahdu, kurang romantis apa kan. 

HOOK
Musik drop, masuk bass, itu CAKEP BANGET. Dengan teknik bass glissando, sukses ngebuat suasananya "kelempar" kayak turun naik, kayak di wahana gitu ya. haha.
Alat musik lain juga muncul lagi, rasanya aku denger gitar elektrik, terus keyboard juga masuk.
Selain itu, yang paling penting, ada suara kedua, sehingga jadi harmonisasi suara. Padahal suara dua nya menyanyi di oktav dan melodi yang sama loh, cuma dengan efek suara yang halus, jadi kesan yang timbul itu memperdalam feeling, emosinya.

VERSE II
Suara kedua menghilang, bass nya juga udah nggak kedengeran. Alat musik yang masih main yaitu drum, piano yang masih fingerstyle, dan keyboard. Ada satu suara lagi yang aku nggak bisa mengidentifikasi sampai sekarang. Yang pasti itu variasi efek yang juga bagus banget, penempatannya pas dan memperkuat feel musiknya. Sampai saat ini primadona utamanya masih di pianonya.

Pas di "I want you to the bone" yang terakhir, itu suara dua dan bass nya muncul lagi, sampai ke Pre-chorus

PRE-CHORUS
Drumnya main, bass juga main, piano menghilang, keyboardnya yang jadi jangkar chord, efek yang 'tidak teridentifikasi' tadi juga hilang sejenak. Transisinya oke banget lah karena musiknya serentak berubah semua

CHORUS
Yang paling kuat di sini adalah keyboardnya, yang main dengan efek suara entah apa pokoknya itu oke banget. Main chord aja tanpa comping, dimana chordnya ditekan bersamaan dan ditahan sampai chord selanjutnya. Simple banget sebenernya keyboardnya di bagian ini.  
Selain keyboard, komponen yang lain ada:
- Drum
- Piano : masih finger styling
- Bass : dia pake teknik acsending descending yang bagus banget
- Suara dua dan tiga. Suara dua nyanyi di oktav yang sama, jadi cuma kedengeran double dengan kadang ada variasi kalimat, misalnya "walk you down~~ hold you tight~~". Suara tiga yang dia udah pake nada yang beda jadi harmonisasi. 

POST CHORUS
Muncul backsound baru "aaa~" Would that be alright? "aaa~" Would that be alright. 
Diiringi permainan drumnya di sini sederhana tapi timingnya pas, jadi oke banget. Piano masih mengalun, dan masih diiringi keyboard. Kayaknya bass juga masih ada meskipun nggak terlalu ditonjolkan. Suara dua dan tiga juga masih setia mengiringi

HOOK
Di sini semua alat musik yang sebelumnya ada masih bermain, tapi permainan pianonya berubah. Dari fingerstyle jadi semacam hammering. Fokus permainannya jadi comping dengan style steady rhytm atau mainnya dengan irama yang flat, sesuai dengan temponya. Ini munculin feelnya sendiri nih, kesan sedih, berharap, putus asa, ini keluar banget karena ada bagian ini.
Jadi setidaknya ada 5 instrumen (dan suara) yang main di hook ini:
- Piano
- Drum
- Keyboard, masih jadi anchor chordnya
- Bass, fingerstyling.
- Suara dua dan tiga

BRIDGE
Masuk ke bridge, langsung ganti instrumen kabeh. Satu suara yang mencolok yang langsung kedengeran itu semacam suara harpa (aku nggak bisa menemukan suara lain yang lebih pas), fokus di acsending descending tone. Progression ini dimainin terus sampe akhir lagu dan jadi salah satu base utama di musiknya.

Drum, udah pasti. Lalu ada suara lain yang ngikutin suara harpanya, yang mungkin adalah keyboard dengan sound effect yang beda dari sebelumnya, atau mungkin kalimba (yang suaranya muncul di akhir)

Lalu ada suara dua dan tiga, tanpa suara utama. 

Pas "or maybe we'll taking all the risk", suara aslinya muncul, dan keyboardnya main lagi jadi anchor chord.


SOLO INSTRUMENT
Di permainan solo, udah jelas-jelas gitar elektrik yang mainin riff. Nggak diragukan, oke banget. Selain itu pengiringnya ada drum, harpa, bass, lalu sepertinya ada gitar classic juga, lalu ada efek semacam techno effect yang ngebuat musiknya jadi "echoing" gitu, I dont understand what that is, tapi aku penasaran banget karena itu efek yang bikin musiknya tambah asik. 

CHORUS
Perubahan lagi, di sini muncul suara kalimba (atau keyboard yang pake efek kalimba) yang mainin melodi utama lagu.
Langsung list aja pemainnya
- Suara utama
- Suara dua dan tiga, dan empat 
- Kalimba
- Drum
- Keyboard
- Gitar klasik
- Bass
- Suara efek techno tadi yang bikin efek "echo"

Keseluruhan instrumen ini main terus, sampai di HOOK ketambahan satu lagi :
- Piano, yang muncul untuk comping chord lagi

OUTRO
Dari klimaks yang mainin lebih dari 10 suara sekaligus, lalu hilang di outro dan menyisakan:
- Drum (yang sudah setia dari awal)
- Harpa (atau entahlah ini apa)
- Suara efek gitar listrik
- Dan suara utama yang di autotune


Kesimpulan
Jadi, setelah 'membongkar' segala komponen To The Bone yang bisa kubongkar, apa yang bisa kusimpulkan dari "Why To The Bone Sounds Sooooo Good?" :
1. Struktur lagunya antimainstream dengan tipe intro-outro yang juga jarang dipake
2. Titik-titik attractivenya banyak banget, ga cuma di reff
3. Variasinya nggak terbatas, yang ngebuat lagunya unpredictable dan nggak ngebosenin
4. Instrumennya super niat, termasuk banyak dan suaranya juga unik, komposisi masing-masing alat musik juga pas banget memunculkan feel yang sesuai, nggak ada suara yang ngeganjel.
5. Bonus, suara penyanyinya full of soul, penuh penjiwaan, yang jadi nyawa utama dari lagu itu sendiri (Dan pastinya karena penyanyinya adalah komposer musiknya juga kan? hehe)

Demikian analisis ala-ala yang bisa dilakukan, kurang lebihnya mohon maaf jika ada kesalahan, adapun dibuatnya blog ini sebenarnya untuk diri saya sendiri karena saya suka menganalisis meskipun nggak penting tapi setidaknya sehat karena bisa membayar rasa penasaran saya haha.

Waktunya bikin tugas kuliah lagi, byee

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Psikologis Sherlock Holmes

Aku adalah Alam

Curahan Hati #2