Membuang Makanan, Tidak Menghargai Orang yang Kelaparan?
"Jangan suka buang-buang makanan, inget, banyak orang yang kelaparan di luar sana. Karena itu kita harus menghabiskan makanan kita"
Pernah denger kalimat di atas nggak?
Kalau aku pribadi, aku sering banget denger kata-kata di atas. Meskipun sebenarnya, sejak kecil memang sudah dibiasakan untuk selalu menghabiskan makanan, meskipun dulu alasannya beda. "kalau nggak dimakan, nanti nasinya nangis" katanya. Dan aku mengingatnya sampai sekarang
Tapi kalau untuk mengingatkan orang lain, apalagi kalau sudah seusiaku, rasanya alasan "makanannya nanti nangis" itu nggak mempan. Jadi biasanya aku pakai kalimat di atas "masih banyak orang yang kelaparan, makannya kalau makan harus habis"
Sampai suatu hari, ada teman saya yang bertanya balik sampai bikin garuk-garuk kepala
"Memangnya apa hubungannya ngehabisin makanan sama orang yang kelaparan?"
Kalau dipikirkan kembali, memang nggak ada hubungannya kan ya. Kalaupun kita menghabiskan makanan kita, bukan artinya mereka jadi nggak lapar lagi. Kalau memang mau membantu yang kelaparan, ya dengan memberikan mereka makanan, bukan dengan menghabiskan makanan.
Ya kalau mau dipikir begitu, sebenernya bener juga sih. Kita buang makanan, maupun dihabiskan, sama aja makanannya nggak sampai ke mereka.
Bener juga, logikanya..
Tapi..
Kamu pernah ngerasain berada di posisi yang kelaparan itu nggak?
Aku pernah berada di kondisi, dimana untuk makan nggak cukup. Bukan karena kondisi keluarga, memang, tapi saat itu aku sedang di perantauan, dan ada suatu situasi dimana uangku benar-benar habis di awal bulan, dan aku nggak mau sama sekali untuk minta orang tua.
Usahaku adalah sebisa mungkin mendapatkan uang sendiri untuk makan. Aku coba ambil project kuliah, mengamen, bahkan aku pernah karena harus benar-benar menghemat, aku selalu minta sesuap kalau ada teman-temanku lagi makan. Beneran literally istilah "sesuap nasi" itu bener-bener pernah kurasain. Tentu aja, temenku nggak ada yang tau kalau aku lagi kesusahan. Ya aku bilangnya "nyobain dong" ke semua orang yang saat itu lagi makan. Jadi nggak ada yang curiga kalau sebenernya 'nyicipin' itu ya, untuk makanku hari itu.
Suatu hari, salah satu temenku bagi-bagi cemilan. Sebut saja Budi. Si Budi ini kalo nggak salah lagi nyoba beli makanan apa gitu, dari suatu tempat, jadi belinya banyak, dan dibagi-bagi. Alhamdulillah, dapet gratisan, meskipun cuma satu ya.. Kalo nggak salah makanannya semacam mendoan atau bakwan gitu. Sebenernya mau lagi karena masih laper, tapi nggak enak karena ya tinggal sisa untuk si Budi nya sendiri.
Setelahnya, tinggal si Budi yang belum makan, lalu dicobalah makanan itu.
Baru segigit, lalu dia ternyata nggak suka. Aku nggak tau sebenernya se-nggak-suka apa sih, karena menurutku enak (mungkin karena aku lagi laper juga), tapi setelahnya satu mendoan besar itu, yang padahal baru segigit dimakan, dilempar oleh Budi ke tempat sampah.
Waktu itu rasanya pengen teriak, buat mencegah Budi ini untuk ngelempar mendoan itu. Rasanya tuh pengen ngomong "BUDI! JANGAN DIBUANG, BUATKU AJA PLIS". Tapi nggak sempet, karena dia nggak pake mikir ngelempar mendoan itu utuh-utuh ke tempat sampah, nggak dibungkus apapun pula, bener-bener makanan bulet dilempar ke tempat sampah
Aku cuma bisa kaget, dan sedih. Sedih banget malah, karena buktinya, itu udah terjadi lebih dari 7 tahun yang lalu tapi aku masih inget momen itu.
Sejak saat itu, aku jaauuuh lebih menghargai makanan. Makanan apapun yang aku dapet, baik itu dimasakkin, dikasih, dibeliin, apalagi beli sendiri, nggak pernah kukeluhkan, entah apa itu keasinan atau kurang enak, selama masih bisa kuhabiskan pasti kuhabiskan.
Karena udah tau rasanya jadi orang, yang mau makan aja sulit. Selama masih bisa menikmati makanan, sebisa mungkin disyukuri dan dihargai.
Dan apa nih hubungannya antara menghabiskan makanan dengan orang yang kelaparan.
Coba sekarang bayangkan, kalau kalian makanannya nggak habis, itu makanan dikemanain? Pasti ke tempat sampah kan? Dan di tempat sampah, siapa yang ngeliat sampah-sampah itu? Pastinya ada orang-orang yang hidup di jalan yang melihat ke tempat sampah itu, ngeliat makanan yang dibuang itu. Menurutmu, apa yang mereka rasakan dan pikirkan kalau ngeliat itu?
Ya, mereka pengen ambil, cuma udah nggak layak, tapi mereka lapar, tapi ngambil makanan yang ada di tempat sampah bisa bikin mereka sakit. Akhirnya mereka cuma bisa ngeliatin, sambil ngerasain kesedihan karena ada orang yang membuang makanan, padahal mungkin daripada dibuang, makanan itu bisa diberikan ke orang-orang di jalan untuk dimakan.
Melihat makanan yang masih layak makan berada di tempat sampah, itu aja udah jadi pemandangan yang menyakitkan untuk orang yang kelaparan.
Kalau masih belum relate juga, mungkin kamu-kamu yang setiap hari kerja, cari uang. Apa yang ada di pikiran kalian saat ada orang lain yang kebanyakan duit, ngebakar duit mereka sendiri. Buat konten misalnya, atau karena lagi iseng.
Apa yang kalian rasain? Sedih? Marah? Padahal itu juga uang nggak akan dikasih ke kalian juga. Tapi kalian bisa kan rasain gimana kecewanya kalau ada orang yang buang-buang harta yang menurut kalian berharga itu?
Jadi sama aja. Mungkin makanan bukan hal yang bener-bener berharga untuk sebagian orang, karena gampang banget dapet makanan. Tapi di luar sana, ada orang yang bener-bener menganggap makanan sebagai suatu hal yang sangat-sangat berharga, yang akan kecewa juga kalau diperlakukan secara mubazir oleh orang-orang.
Jadi gimana?
Habiskan makanan kalian. Sebisa mungkin jangan ada yang tersisa. Minimal itu yang bisa kita lakukan untuk menjaga hati orang-orang yang nggak bisa makan. Kalau kita bisa berbuat lebih, kita bisa secara langsung memberikan makanan ke orang-orang tersebut.
Jadi memang, mungkin nggak berhubungan langsung antara menghabiskan makanan dengan orang yang kelaparan. Tapi menghabiskan makanan, adalah hal minimal yang bisa kita lakukan untuk tidak menambah kesedihan mereka, serta menghargai perjuangan mereka untuk bersabar dalam kondisi yang dihadapinya.
Komentar
Posting Komentar