Kenapa Aku Harus Keluar dan Melakukan Banyak Hal?

Kenapa aku merantau? Kenapa aku bergabung di komunitas? Kenapa aku menjadi panitia di banyak acara? Kenapa aku mencoba hal baru? Kenapa aku keluar dari kebiasaan?

Kalau dipikir, aku punya rumah yang aman, orang tuaku sayang dan protektif dengan usaha yang terus berkembang, sehingga semua kebutuhanku pasti akan terpenuhi tanpa perlu repot berpikir tentang uang yang terbatas. Kenapa aku memutuskan jadi anak kos dan tinggal di perantauan?

Atau, mengingat aku yang introvert, capek sekali kalau berbicara panjang dengan orang lain. Kalau ada waktu, tidur dan membaca mungkin lebih menyenangkan daripada berinteraksi dengan orang. Lalu kenapa aku malah ikut komunitas? Lebih dari satu malah

Kenapa aku malah menjemput capek disaat orang lain mungkin berusaha menemukan tempat yang nyaman untuk hidup dengan santai?

Kebanyakan orang biasanya menjawab, 
Supaya bisa belajar berkomunikasi
Untuk belajar beradaptasi, 
Belajar mengatur keuangan,
Belajar jadi pemimpin,
dll
Ini jawabanku juga dulu, dan menjadi alasanku untuk memulai "keluar"

Tapi sekarang setelah dipikir, bukan itu alasannya
Keseluruhan alasan itu hanyalah dampak dari satu hal mendasar
Apa itu?
Untuk berada pada LINGKUNGAN YANG MENSTIMULASI

Apa maksudnya dan apa bedanya?
Jadi, contoh, misalnya kenapa kita bergabung di komunitas adalah untuk belajar menjadi pemimpin
Padahal, belajar memimpin kan tidak harus masuk komunitas. Kita bisa membaca buku, melihat video inspiratif, memimpin diri sendiri di rumah, dsb. Jadi kenapa harus keluar? kenapa harus komunitas?

Karena komunitas memiliki 'medan' yang berbeda dengan lingkungan rumah. 
Ada unsur "ketidakpastian". 
Ada unsur yang "tidak terduga"

Dan untuk setiap hal yang tidak terduga, merupakan hal baru bagi otak kita, dimana setiap hal baru yang kita temui, lihat, dengar, dan rasakan, akan menyambung sel saraf baru di dalam otak kita.
Satu hal baru, satu saraf tersambung
Satu hal baru lagi, satu sel saraf lagi tersambung

Komponen berupa hal-hal baru tadi menjadi stimulus bagi diri kita, yang lama kelamaan tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga skill/kemampuan baru

***

APA ITU STIMULUS? BAGAIMANA MENDAPATKANNYA?

Stimulus, sederhananya adalah rangsangan
Rangsangan untuk apa? Reseptor kita
Reseptor bisa dibilang adalah syaraf kita. Hal yang memungkinkan kita untuk melihat, mendengar, mencium, mengecap, merasakan.

Saat ada stimulus, reseptor kita menangkap stimulus sebagai sebuah informasi yang kemudian dibawa ke otak, di otak disimpan dalam memori dan diolah dalam proses berpikir yang menentukan respon yang diberikan selanjutnya.

Nah darimana kita mendapatkan stimulus? Dari lingkungan di sekitar kita.

Setiap yang kita dengar, kita lihat, kita rasakan, kita lakukan, menjadi sebuah stimulus bagi diri kita. 
Setiap stimulus baru yang kita dapatkan, menciptakan sambungan baru pada sel saraf otak dan meningkatkan kecerdasan seorang individu.

Sementara stimulus baru menciptakan sambungan baru pada sel saraf, stimulus lama yang diulang mempertebal sambungan tersebut. Penebalan sambungan menandakan peningkatan kemampuan pada suatu stimulus yang spesifik.

***

BUKU MENGHASILKAN PENGETAHUAN, PENGALAMAN MENGHASILKAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN

Salah satu perbedaan yang mencolok dari membaca buku atau menonton video, dengan terjun secara langsung ke lapangan adalah hasilnya

Dengan melihat dan membaca, kita mendapatkan informasi. 
Informasi arahnya masuk ke dalam, kita lebih pasif karena hanya menerima

Sementara saat melakukan, kita mendapatkan informasi dan juga mengimplementasikan informasi
Dengan cara itu tidak hanya 'mata' yang mengingat informasi itu, tapi indera lain juga. Otot kita akan mengingat informasi dan menghafalnya. Jika diulang-ulang, hafalan akan menjadi kemampuan, dan kemampuan akan menjadi keahlian.

***

SEMAKIN BANYAK STIMULASI, SEMAKIN KRITIS, SEMAKIN BIJAK

Bukan berarti kita tidak perlu membaca. Membaca itu harus! karena ia adalah salah satu bentuk stimulasi, dan buku adalah cara paling cepat untuk menerima informasi/ilmu.

Tapi jika memungkinkan, jangan hanya membaca, tapi tambahkan dengan berbagai aktivitas lain seperti berbicara, mendengar, menulis, melakukan.

Apa hal terbaik dari mendapatkan banyak stimulasi dari sumber yang berbeda-beda? Otak kita jadi terbiasa untuk berpikir dengan berbagai perspektif.

Saya melihat sesuatu secara A, sementara dia melihat sesuatu secara B

Dan secara terus menerus kita dihadapkan dengan berbagai perbedaan yang memaksa kita untuk berpikir lebih jauh dalam mempertimbangkan keputusan. 
Pengalaman kita akan jadi lebih kaya, kita menjadi lebih kritis terhadap suatu kemungkinan bahwa kebenaran itu tidak absolut, namun merupakan interaksi kompleks dari berbagai situasi

Hal-hal tersebut jika kita kelola dengan baik akan membuat diri menjadi lebih bijak. 

Pada akhirnya bukan informasi itu sendiri yang paling penting dari stimulasi tersebut, melainkan pembentukan MINDSET BERPIKIR

Informasi bisa hilang, pengetahuan bisa terlupa, karena kita manusia. Namun mindset bersifat lebih kekal dan merupakan dasar perilaku kita
Yang dapat membentuk kepribadian kita
dan kepribadian menuntun ke masa depan kita

Maka stimulasi yang kita terima menentukan masa depan kita

Informasi dan pengetahuan membantu kita menyediakan pilihan, kebijaksanaan membantu kita menentukan pilihan.

***

JADI JAWABANNYA?

Kenapa aku keluar dari zona nyaman? kenapa aku mencoba hal baru? Kenapa aku melakukan semua itu?

Semuanya untuk memperbanyak stimulus yang bisa kudapatkan
Sehingga selain aku belajar untuk tahu (pengetahuan)
aku belajar untuk mampu (kemampuan)
aku belajar untuk menjadi lebih bijaksana (mindset berpikir)

AYO SEMANGAT MENAMBAH SUMBER-SUMBER STIMULUS UNTUK MENGEMBANGKAN DIRI MENJADI LEBIH BAIK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Psikologis Sherlock Holmes

Aku adalah Alam

Curahan Hati #2