Air
Apa kamu tahu rasanya merdeka?
Bukan tentang politik atau negara
Aku sedang bicara tentang rasa
Yang dinyana kita kendalinya
Alas, rupanya sebaliknya
Ragam jiwa merana mencari ahlinya
Karena rasa ternyata rajanya
Yang mengatur laku, cara dan asa
Nyata, rasa pengaruhi kata
Nyata, rasa pengaruhi cinta
Kamu tahu? Kalau manusia mencari harmoni
Bersauh jauh, merdeka atau mati
Aneh bukan? Hati mereka saja tak bisa diganti
Pada akhirnya manusia bukan pemegang kemudi
Rasa, nahkodanya
Rasa, juru kuncinya
...
Dan itu, tidak mengapa..
Jadi..
Jika dirimu berduka, akuilah
Jika dirimu sepi, katakanlah
Atau jika dirimu ragu, untuk mengatakan semua,
setidaknya tuliskan semua dalam puisi
yang tiada siapa yang membacanya
Semoga, hatimu,
mengalir, melepaskan, mengikhlaskan,
untuk merelakan dirimu menjadi bahagia
Komentar
Posting Komentar